Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cek Refraksi Mata, Dilanjutkan Pemberian Kacamata

Fendy Hermansyah • Jumat, 29 April 2022 | 16:07 WIB
KESEHATAN MATA: Seorang awak media tengah menjalani pemeriksaan mata di Poli Mata RSI Hasanah, Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Mojokerto, kemarin.
KESEHATAN MATA: Seorang awak media tengah menjalani pemeriksaan mata di Poli Mata RSI Hasanah, Jalan HOS Cokroaminoto, Kota Mojokerto, kemarin.
RSI Hasanah Kota Mojokerto Skrining Mata Para Pekerja Pers

SEBAGAI institusi kesehatan, RSI Hasanah mempunyai kewajiban yang paripurna. Tidak hanya kuratif yang dilengkapi rehabilitatif namun juga promotif dan preventif. Skrining merupakan salah satu upaya preventif yang bermanfaat mendeteksi penyakit sejak dini.

Skrining sebaiknya dilakukan sebelum muncul keluhan supaya bisa dilakukan upaya pencegahan. Walaupun skrining sangat bermanfaat, menjalani skrining bukanlah hal yang mudah. Kekhawatiran mengetahui kondisi kesehatan yang tidak sesuai harapan bisa jadi menjadi penghalang.

RSI Hasanah telah melaksanakan skrining mata yang ditujukan untuk para awak media. Titik berat yang dipilih pada skrining kali ini adalah mencari kelainan refraksi mata yang akan ditindaklanjuti dengan pemberian kacamata. ’’RSI Hasanah sengaja memilih fokus skrining tersebut mengingat fungsi mata yang sempurna merupakan kebutuhan mutlak bagi profesi wartawan,’’ ujar Direktur RSI Hasanah dr Dwi Rizky Wulandari, M.Pd kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.

Dengan turut berkontribusi terhadap upaya peningkatan kesehatan mata wartawan, diharapkan terbuka jalan menuju sinergitas antara RSI Hasanah dan segenap media di area Mojokerto Raya. ’’Pemanfaatan fasilitas skrining mata oleh para pekerja pers selama 10 hari ini cukup melegakan. Kesadaran untuk mencegah sakit cukup tinggi di kalangan wartawan. Namun, upaya untuk mendorong kesediaan menjalani skrining harus terus dilakukan,’’ beber dia.

RSI Hasanah berusaha konsisten dalam menjalankan perannya sebagai pemberi layanan kesehatan paripurna bagi masyarakat dan berusaha terus menjaga hubungan baik yang telah terbina dengan komunitas Pers di area Mojokerto Raya.

Terpisah, pengampu Poliklinik Mata RSI Hasanah dr Nuke Erlina Mayasari, SpM mengatakan, sekitar 50 pekerja pers mengikuti skrining mata yang digelar selama 10 hari. Hasilnya sebagian besar awak media dinyatakan membutuhkan kacamata jauh dan dekat. ’’Hanya 7 orang yang tidak memerlukan kacamata di antaranya karena sudah memakai kacamata, memiliki katarak, dan 3 orang yang punya penglihatan bagus,’’ kata dia.

Photo
Photo
dr Nuke Erlina Mayasari, SpM, pengampu Poliklinik Mata RSI Hasanah Kota Mojokerto.

Untuk kebutuhan kacamata jauh, kata dr Nuke, dikarenakan orang tersebut mengalami miop (kacamata minus) dan astigmatisma (kacamata silinder). Sedang, untuk kebutuhan kacamata dekat rata-rata pada pekerja pers yang usianya di atas 40 tahun. ’’Usia tersebut wajar karena mengalami kelemahan akomodasi mata biasanya dibutuhkan kacamata baca untuk melihat jarak dekat,’’ beber dia. (adv/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
#Pengembangan RSI Hasanah #Pelayanan Optimal RSI Hasanah #RSI Hasana Skrining Mata #RSI Hasanah Kota Mojokerto #RSI Hasanah Pekerja Pers