NGORO, Jawa Pos Radar Mojokerto - Polsek Ngoro bakal memanggil pihak manajemen PT Universal Steelindo Dinamika dan PT Bumi Rotan Jaya. Hal tersebut untuk kepentingan pemeriksaan terkait insiden kecelakaan kerja dan kebakaran di wilayah Ngoro itu.
’’Hari ini (kemarin) kami sudah komunikasikan ke pihak pabrik untuk datang ke mapolsek,’’ ujar Kanit Reskrim Polsek Ngoro AKP Syaiful Hadi.
Dijelaskannya, keterangan pihak pabrik dinilai penting untuk mengungkap penyebab peristiwa yang menghebohkan wilayah Ngoro, Selasa (19/4). Lantaran sejauh ini petugas masih belum bisa mengungkap penyebab kejadian tersebut. ’’Saat ini penyebabnya masih belum diketahui. Apakah murni musibah atau ada unsur kesengajaan, ini masih kita lakukan pemeriksaan,’’ ungkapnya kemarin.
Saat ini, petugas telah merampungkan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hanya saja, data yang dihimpun di lokasi dirasa belum cukup. Seperti kebakaran yang melanda PT Bumi Rotan Jaya. Penaksiran kerugian material atas komoditas ekspor itu pun belum bisa disebutkan. Lantaran masih dalam penghitungan.
Pun demikian dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Mojokerto yang telah diterjunkan ke lokasi saat kejadian. ’’Yang terbakar barang dan bahan mebel seperti kursi dan meja. Itu ada di gudang yang rencananya hari ini (kemarin) mau diangkut buat diekspor,’’ jelasnya.
Pihaknya juga belum bisa memastikan keterlibatan Tim Labfor Polda Jatim untuk merampungkan penyelidikan. Itu karena minimnya keterangan yang disampaikan pihak pabrik saat olah TKP. ’’Oleh karena itu kami panggil pihak pabrik untuk dimintai keterangan. Apakah kerugian dari kebakaran ini akan diasuransikan atau bagaimana. Kalau asuransi, akan melibatkan Tim Labfor Polda Jatim,’’ urainya.
Beruntung kebakaran pabrik rotan di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro itu tidak menimbulkan korban jiwa. Setidaknya, sembilan armada pemadam kebakaran diterjunkan guna memadamkan api yang membakar bagian gudang seluas 50 x 100 meter persegi itu.
Api sudah berhasil dijinakkan usai petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman sekitar lima jam. ’’Api padam sekitar pukul 23.30. Untuk penyebab dan kerugian material masih belum diketahui. Karena saat ini masih dalam penyelidikan kepolisian. Yang pasti tidak ada korban jiwa,’’ ujar Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Djoko Supangkat.
Sebelumnya, tungku pengecoran baja PT Universal Steelindo Dinamika di Dusun Kesono, Desa Candiharjo, Kecamatan Ngoro, meledak sekitar pukul 11.00 Selasa (19/4). Kobaran api dari ledakan tungku berhasil dikendalikan sejumlah karyawan pabrik. Meski begitu, satu karyawan pabrik baja harus dilarikan ke rumah sakit akibat mengalami patah kaki. Di hari yang sama, sekitar pukul 18.30, PT Bumi Rotan Jaya dilanda kebakaran. Gudang pabrik mebel yang bermarkas di Desa Wonosari, Kecamatan Ngoro, itu hangus dilalap api. (vad/ron)
Editor : Fendy Hermansyah