KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tidak tersambungnya jalur khusus difabel di trotoar Jalan Mojopahit, Kota Mojokerto lantaran pekerjaan proyek belum tuntas. Bahkan, proyek dengan nilai kontrak Rp 5,4 miliar ini baru tergarap sekitar 67 persen.
Kabid Sumber Daya Air dan Pengendalian Banjir Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRPRKP) Kota Mojokerto Moh. Aiff Hasan menyatakan, proyek rehabilitasi saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit lanjutan itu dipastikan belum tergarap 100 persen. Itu menyusul diputusnya kontrak dengan CV Makaraya Mandiri karena tidak mampu menuntaskan pekerjaan dalam masa perpanjangan. ”Kemarin kami sudah putus kontrak sama si penyedia. Karena secara progres tidak ada peningkatan signifikan,” terangnya, Rabu (13/4).
Sedianya, masa kontrak rekanan asal Ngagel, Kota Surabaya itu telah berakhir di pengujung tahun lalu. Namun, kontraktor diberi kesempatan menuntaskan sisa pekerjaan melalui adendum di tahun 2022 ini.
Proyek yang dianggarkan dari APBD tahun anggaran tahun 2021 itu tetap gagal diselesaikan dalam tempo 50 hari kalender di masa perpanjangan kontrak. ”Progresnya sekitar 67 persen. Akhirnya terpaksa kami putus,” beber Afif.
Diakuinya, mandeknya pekerjaan di tengah jalan tersebut membawa dampak di lapangan. Terutama belum tersambungnya jalur pedestrian khusus disabilitas karena sebagian ubin belum terpasang. ”Tinggal jalur-jalur difabel itu yang belum,” tandasnya.
Pihaknya mengaku sudah mengajukan audit ke Inspektorat Kota Mojokerto terkait proyek lanjutan program pengendalian banjir itu. Afif menyebut, masih menunggu hasil audit untuk menindaklanjuti dampak kekurangan pekerjaan akibat putus kontrak tersebut. ”Kalau saran dari auditor dianggap membahayakan bagi pengguna jalan, nanti akan kita siapkan pembenahan,” pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, proyek rehabilitasi saluran air dan trotoar di Jalan Mojopahit dikeluhkan warga. Karena lokasi proyek ditinggal dalam kondisi belum sempurna. Selain banyak bagian ubin khusus difabel yang belum terpasang, beberapa sisa material proyek juga masih dibiarkan. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah