Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Hujan Es Terpa Dawarblandong

Fendy Hermansyah • Sabtu, 9 April 2022 | 17:36 WIB
FENOMENA PANCAROBA: Butiran es turun saat hujan di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong kemarin. Hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan rumah warga rusak.
FENOMENA PANCAROBA: Butiran es turun saat hujan di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong kemarin. Hujan yang disertai angin kencang juga mengakibatkan rumah warga rusak.
Angin Kencang Rusak Rumah Penduduk

DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Hujan deras disertai angin kencang menerjang Desa Bangeran, Kecamatan Dawablandong, Jumat (8/4) sore. Dapur rumah milik Sumirah, 70, ambruk dan tempat tinggal penduduk lainnya rusak ringan. Kejadian itu diiringi dengan fenomena hujan es selama kurang lebih 45 menit.

Peristiwa berlangsung setelah hujan deras mengguyur sejak pukul 14.00. Hujan tersebut disertai angin ribut yang berlangsung selama hampir satu jam. ”Satu desa kena angin semua,” kata Evi, warga setempat.

Empasan angin mengakibatkan bangunan dapur seluas 6x7 meter di rumah milik Sumirah roboh. Atapnya rontok dan rangka kayu kocar-kacir. Beruntung penghuni tak berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Evi menuturkan, selain rumah lansia 70 tahun itu, hampir seluruh rumah di Desa Bangeran terdampak angin kenang. Tingkat kerusakannya tergolong ringan. ”Ada 100-an rumah di Bangeran, ya kena semua, paling ringan gentengnya ada yang jatuh,” terangnya.

Disebutnya, peristiwa kemarin juga diwarnai dengan turunnya hujan es. Butiran es batu seukuran batu kerikil itu berserakan di pekarangan rumah warga. Menurut dia, fenomena tersebut berlangsung selama sekitar 45 menit, yakni mulai pukul 14.14-15.00.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Mojokerto telah melakukan asesmen dampak angin kencang di Desa Bangeran. Selain rumah milik Sumirah yang telah dilakukan penanganan darurat dengan bantuan terpal, angin kencan juga memutus kabel penerangan jalan umum (PJU) dan telekomunikasi. ”Untuk lainnya kerusakan ringan hanya genteng-genteng,’ ungkap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Djoko Supangkat.

Djoko menjelaskan, berdasarkan pemantauan BMKG, hujan kemarin juga disertai dengan turunnya hujan es. Fenomena tersebut disebabkan pengaruh awan cumulonimbus yang sangat tebal. ”Keterangan BMKG hujan es biasanya hanya terjadi selama 10-15 menit,” imbuhnya. Djoko meminta warga tetap mewaspadai dampak angin kencang. Sebab, saat ini masih dalam masa peralihan atau pancaroba musim hujan ke musim kemarau. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#fenomena alam #terpa dawarblandong #hujan es #hujan deras angin kencang