KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jumlah penumpang di Terminal Kertajaya, diprediksi naik 15 persen jelang Lebaran nanti. Sejumlah langkah antisipasi pun mulai disiapkan. Opsi penambahan armada bus bakal dilakukan apabila terjadi lonjakan yang signifikan.
Kepala UPT P3 LLAJ Mojokerto Dishub Jatim Yoyok Kristyowahono menyampaikan, mobilitas masyarakat di terminal pada awal Ramadan ini masih stagnan. Belum terlihat tren peningkatan penumpang. ”Sementara belum ada lonjakan. Prediksi kami H-5 Lebaran baru terjadi lonjakan,” katanya, kemarin (5/4).
Potensi peningkatan penumpang itu, lanjut Yoyok, segaris dengan melandainya pembatasan kegiatan selama situasi Covid-19. Menurutnya, saat ini hampir semua wilayah di Jatim telah menerapkan PPKM level 1. Pelonggaran demi pelonggaran kemungkinan mendorong masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh.
Khususnya momen mudik nanti. Maklum, dua tahun terakhir, tradisi mudik terhambat oleh tingginya tingkat persebaran virus korona. Kini, ketika situasinya mulai melandai dan diikuti dengan beberapa pelonggaran, masyarakat diprediksi bakal merayatakan mudik Lebaran.
Berdasarkan analisisnya, peningkatan penumpang bakal terjadi mulai seminggu sebelum hari raya. Disebutnya, tren naik itu diprediksi mencapai 10-15 persen dari jumlah penumpang sebelumnya. ”Juga pada waktu hari H biasanya terjadi lonjakan arus lalu lintas,” imbuh Yoyok.
Rata-rata penumpang yang naik dan turun di terminal saat ini sekitar 200-300 orang per 24 jam. Jumlah itu biasanya mengalami peningkatan pada hari akhir pekan menjadi sekitar 500 orang. Jumlah itu didukung dengan 150-235 armada bus yang keluar dan masuk terminal setiap hari.
Untuk menghadapi lonjakan penumpang nanti, terminal mulai mempersiapkan sejumlah langkah antisipasi. Pemeriksaan kesehatan dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang telah diterapkan akan terus digencarkan. Sejumlah opsi mencegah penumpukan penumpang juga disiapkan. Mulai dari pengalihan trayek hingga penambahan armada bus.
Bus hijau dan bus kuning bakal diminta melayani rute jarak dekat seperti Jombang dan Nganjuk. Selain itu, penambahan bus dari luar trayek bukan tidak mungkin dilakukan apabila memang terdapat lonjakan signifikan. ”Kita tetap berkoordinasi dengan Terminal Purabaya (Surabaya). Kalau misalnya bus yang reguler dan cadangan sudah cukup, ya kemungkinan pakai bus itu saja,” terangnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah