KEMLAGI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Jalan di Dusun Bolorejo, Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, kembali terkikis aliran Sungai Marmoyo. Selain mengakibatkan separo ruas jalan ambles, gerusan air juga mengancam bangunan rumah warga.
Pantaun di lokasi kemarin (31/1), kerusakan terjadi pada separo ruas. Badan jalan sisi barat sepanjang kurang lebih 20 meter patah dan ambles sedalam sekitar 10 sentimeter (cm). Jalan menikung tersebut dipasangi pembatas berupa tali dan papan peringatan.
Muhammad Alex, 22, warga setempat menyebut, jalan ambles kali ini merupakan yang kesekian kalinya terjadi. Menurutnya, ruas jalan yang berada tepat di sebelah utara rumahnya ini sudah langganan tergerus Sungai Marmoyo. ”Baru tiga sampai empat hari yang lalu ambles lagi,” ujarnya.
Ruas jalan ambles lantaran plengsengan tak mampu menahan gerusan aliran sungai di sisi barat. Akibatnya, setengah badan jalan patah hingga tak bisa dilalui warga. Kini, pihaknya mengaku waswas lantaran akses penghubung antardesa tersebut terancam putus. ”Sudah tidak terhitung. Bolak-balik ambles. Kalau dibiarkan ya bisa pedot,” lontarnya.
Selain merusak jalan, gerusan sungai juga mengancam sebuah rumah. Kini, pondasinya menggantung lantaran terus menerus terkikis air. Bahkan, bangunan bengkel semi permanen yang berada di antara ruas jalan dan sungai kini tak lagi difungsikan lantaran lokasi tersebut langganan ambles.
Maret 2021 silam, ruas jalan tersebut ambles. Alex mengatakan, saat itu perbaikan dilakukan secara darurat. Lokasi kerusakan hanya diuruk dengan pengaspalan ulang. Hal ini terlihat dari aspal jalan yang ambles tampak masih baru.
Pihaknya berharap, penanganan jalan ambles kali ini dilakukan secara permanen. Salah satunya dengan penguatan plengsengan jalan sehingga lokasi tersebut tidak lagi mudah tergerus. Hal itu juga perlu dibarengi dengan normalisasi aliran sungai sehingga air tak gampang meluap. ”Plengsengannya kurang tinggi dan sungainya sangat dangkal. Jadi kalau banjir langsung nggerus jalan,” urainya.
Sementara itu, Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengaku bakal menindaklanjuti jalan ambles tersebut. Pihaknya juga sudah turun ke lokasi untuk melihat langsung tingkat kerusakan dan sementara waktu memasang tanda peringatan ruas jalan sedang rusak.
Henri memastikan, penanganan bakal dilakukan secara permanen tahun ini. Menurutnya, proses perbaikan jalan saat ini masih dalam tahap perencanaan. ”Tahun ini ada rencana kegiatan (perbaikan, Red) di situ. Sekarang masih perencanaan,” kata Henri. Rencananya, perbaikan titik jalan yang rusak akan menggunakan dana APBD 2022. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah