Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dinkes Kejar Penurunan Level PPKM

Fendy Hermansyah • Kamis, 7 Oktober 2021 | 13:20 WIB
dinkes-kejar-penurunan-level-ppkm
dinkes-kejar-penurunan-level-ppkm

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Target cakupan vaksinasi di Kabupaten Mojokerto sebesar 70 persen, tak kunjung tercapai. Hingga kini, wilayah dengan 18 kecamatan tersebut tetap berada di PPKM level 3.


Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto dr Langit Kresna Janitra mengatakan, cakupan vaksinasi dosis pertama masih mencapai 61 persen. Untuk mencapai itu, setiap faskes diperbolehkan menggelar vaksinasi hingga malam hari. ”Terserah masing-masing faskes. Karena yang mengatur jadwal dari mereka. Ini bisa sebagai alternatif untuk warga yang tidak bisa melakukan vaksinasi pada pagi dan siang hari,” ujarnya kemarin.


Dikatakannya, hingga Rabu (6/10), cakupan vaksinasi dosis pertama menyasar sebanyak 525.976 dari jumlah total 862.014 orang. Sedangkan untuk target lansia, masih dibawah target. Yakni baru menyentuh 37 persen. ”Dari total 108.932 sasaran, yang sudah tervaksin dosis pertama baru 40.371 orang,” jelasnya. Padahal, sesuai ketentuan Inmendagri, untuk menuju perubahan level, cakupan vaksinasi lansia harus menyentuh minimal 60 persen sasaran.


Langit menambahkan, perluasan waktu vaksinasi ini, sudah dilakukan di beberapa kecamatan. Seperti di Kecamatan Dawarblandong dan Kutorejo. Selain itu, 18 kecamatan yang ada juga diwajibkan untuk menggelar titik vaksinasi tak hanya di faskes saja. Melainkan juga di beberapa tempat publik yang rutin diakses oleh masyarakat. ”Target satu faskes tetap 500 orang, digelar di beberapa titik dan tentunya dibantu lintas sektoral. Kita upayakan agar terus terjadi percepatan,” ulasnya. (oce/ron)



 

Editor : Fendy Hermansyah