Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sayap Jembatan Kali Marmoyo Miring

Imron Arlado • Rabu, 2 Juni 2021 | 17:05 WIB
sayap-jembatan-kali-marmoyo-miring
sayap-jembatan-kali-marmoyo-miring

JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto - Kondisi jembatan Kali Marmoyo di Dusun Wates, Desa Kupang, Kecamatan Jetis mengkhawatirkan. Sayap jembatan mengalami kemiringan akibat terjadi penurunan tanah. Hal ini dapat mengancam badan jalan maupun pengendara yang melintas. Warga menyebut kondisi ini sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir.


Kemiringan sayap jembatan sisi selatan sepanjang kurang lebih dua meter itu lambat laun bertambah lebar. ”Kurang tahu kenapa dibiarkan saja, nggak diperbaiki,” ungkap Rohwedari, 36, warga sekitar.


Menurut dia, jika terus dibiarkan, sayap jembatan yang miring dapat membahayakan badan jalan. Sebab, penurunan plengsengan yang tergerus aliran Kali Marmoyo dapat memicu longsor pada badan jalan. Terutama,  ruas jalan berada di sisi barat. Hal ini, lanjut dia, tidak lepas dari banyaknya kendaraan yang melintas di atas jembatan.


Belakangan jalan tersebut merupakan jalur alternatif penghubung Kabupaten Mojokerto dengan Kabupaten Gresik. Selama ini, berbagai jenis kendaraan, mulai dari roda dua hingga truk tronton angkutan barang benar-benar memanfaatkan jalur ini. ”Saya kalau lewat situ saja juga takut,”katanya.


Bukan hanya soal sayap jembatan yang miring, menurut Rohmwedari, selama ini kerap terjadi kecelakaan di lokasi tersebut. Hal itu dipicu konstruksi jembatan yang lebih sempit dari pada badan jalan. Banyak pengendara yang tidak menyadari hal tersebut sehingga menabrak sayap jembatan. Bahkan, sampai ada yang kejadian yang tercebur sungai. ”Sudah ada lampu penerangan jalan, tapi kalau lurus saja ya bisa nabrak,” ujarnya.


Kondisi ini dinilai krusial. Di lokasi tampak garis bahaya kuning hitam di pasang. Hal itu sebagai penanda sayap jembatan dalam kondisi berbahaya. Garis tersebut juga menjadi penanda agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas. Kabid Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemantauan ke lokasi jembatan. Berdasarkan hasil survei, sayap jembatan miring karena mengalami penurunan tanah.


DPUPR juga menilai kondisi jembatan kurang lebar. Sehingga, kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Dalam waktu dekat pemeliharaan segera dilakukan. Selain itu, pelebaran jembatan juga bakal diusulkan. ”Sudah kami survei dan ada penurunan sayap jembatan. Rencananya saya usulkan pelebaran sekalian karena (jembatan) kurang lebar,”tandasnya. (adi)

Editor : Imron Arlado