Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pabrik Tepung Meledak, Diduga saat Uji Coba Produk Baru

Imron Arlado • Jumat, 16 April 2021 | 14:35 WIB
pabrik-tepung-meledak-diduga-saat-uji-coba-produk-baru
pabrik-tepung-meledak-diduga-saat-uji-coba-produk-baru

PUNGGING, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pabrik tepung di Jalan Pahlawan Dusun Gading, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto dilahap si jago merah Kamis (15/4). Suara ledakan sempat terdengar warga saat api melahap bangunan. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Belum diketahui pasti penyebab terbakarnya bangunan tempat produksi tepung ini.


Kebakaran yang menimpa PT Agrofood Makmur Mandiri tersebut kali pertama diketahui warga pukul 11.00. Amukan si jago merah menimbulkan kepulan asap yang membumbung tinggi. Api melahap bangunan yang berada di bagian belakang pabrik. ”Tadi (kemarin, Red) tahunya ya sekitar pukul 11.00. Pertama, tadi (kemarin, Red) tidak kelihatan apinya, hanya asap hitam saja yang mengepul,” ujar Sahari, 58, warga setempat.


Dia menjelaskan, kebakaran yang menimpa pabrik tepung tersebut sempat diwarnai dengan suara ledakan keras. Namun, belum diketahui pasti sumber dari suara ledakan tersebut. ”Sempat ada ledakan, saya dengar suaranya sekali. Ya mungkin mesin atau apa saya kurang tahu,” bebernya.


Sementara itu, Kapolsek Pungging AKP Margo Sukwandi mengatakan, si jago merah melahap bangunan yang digunakan untuk memproduksi tepung. Saat kejadian, sejumlah karyawan tengah beraktivitas di dalamnya. Beruntung, para karyawan dapat dievakuasi, sehingga tak menimbulkan korban jiwa. ”Yang terbakar sekitar 800 meter persegi, sedikit saja karena memang di dalam bangunan,” ungkapnya.


Disinggung soal suara ledakan, pihaknya mengaku bakal melakukan pendalaman lebih lanjut. Sebab, selama berada di lokasi petugas tak mendengar adanya ledakan dari kebakaran yang terjadi.  ”Untuk ledakan dari saya hadir sampai saat ini masih belum dengar sama sekali. Hanya api dan asap saja mengepul gelap. Untuk ledakan saya tidak terdengar,” jelasnya. Dia menambahkan, penyebab peristiwa kebakaran tersebut bukanlah akibat dari ledakan.


Sebab, perlu adanya proses identifikasi hingga dapat disimpulkan penyebab insiden tersebut terjadi. ”Pemicunya bukan dari ledakan. Tadi (kemarin, Red) ada semacam percobaan buat produk baru, tapi masih belum jelas pasti. Dari tim identifikasi (Satreskrim Polres Mojokerto) juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara menunggu api benar-benar padam dulu,” tegasnya.


Api baru berhasil dikendalikan sekitar pukul 12.00. ”Kita tinggal finishing saja untuk memastikan api benar-benar padam,” sebutnya. Pihaknya harus menunggu api benar-benar padam agar proses identifikasi dapat segera dilakukan. Margo menambahkan, pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Amukan si jago merah menimbulkan kerugian material yang kini tengah dalam proses penghitungan. ”Berapa-berapanya nanti akan kami sampaikan lebih lanjut,” terangnya. Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDKabupaten Mojokerto Djoko Supangkat mengatakan, proses pemadaman melibatkan 12 unit PMK.  ”Api dinyatakan padam sekitar pukul 14.30,” tandasnya. (vad)

Editor : Imron Arlado