JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Berkah panen raya cabai rawit tak hanya dirasakan petani di Kecamatan Jetis dan Dawarblandong. Sejumlah pemilik toko emas ikut kecipratan rezeki ketika petani berbondong-bondong membeli perhiasan. Tak tanggung-tanggung, serbuan pembeli baru ini bahkan mendongkrak penjualan hingga 50 persen.
Beberapa bulan terakhir petani cabai rawit sedang panen raya. Bulan Februari lalu adalah puncaknya. Rata-rata mendapat puluhan juta rupiah dari 10 kali petik cabai rawit. Uang itu sebagian besar dirupakan barang-barang baru. Seperti motor, mobil, hingga emas-emasan. ’’Paling banyak memang dibelikan emas,’’ ungkap Sumantri, 48, warga Desa Madureso, Kabupaten Mojokerto.
Selasa (31/3), dia mendatangi Toko Emas Pribadi yang berada di kawasan Pasar Perning, Kecamatan Jetis. Petani cabai ini mendatangi toko emas tersebut untuk membelanjakan hasil panenya. Dia membeli gelang emas seberat 11 gram untuk istrinya. Gelang itu dibelinya dengan harga Rp 5 juta.
Sumantri sudah panen sebanyak lima kali. Dia memang sengaja memanen cabai dengan kondisi masih hijau atau muda. Cabai muda itu laku Rp 40 ribu per kilogram. Dia mengaku sengaja memanennya lebih awal karena harganya tidak berbeda jauh dengan cabai masak yang saat ini hanya laku Rp 50 ribu per kilogram. ’’Kalau sampai sekarang totalnya sudah dapat sekitar Rp 10 juta lebih lah,’’ terangnya.
Disebutkannya, gelang itu sengaja dibeli untuk ditabung. Selain itu, supaya hasil tanamannya selama ini bisa berwujud benda. Hal ini untuk berjaga-jaga jika nanti butuh uang sewaktu-waktu. ’’Soalnya nanti bisa dijual lagi kalau misal kurang untuk modal tanam,’’ tambahnya.
Rojas, pemilik toko emas, mengatakan, setidaknya selama tiga bulan terakhir tokonya mengalami peningkatan pembeli. Itu setelah petani mulai panen cabai rawit. Mereka biasa membelanjakan hasil panenya untuk dibelikan emas. ’’Sebelumnya belum pernah. Mungkin karena panen tahun ini terbilang berhasil juga kan,’’ ungkapnya.
Dia mengaku tak tahu pasti jumlah peningkatan pembeli emas di tokonya. Namun, dari sesaknya pembeli emas yang setiap hari mendatanginya, Rojas memperkirakan peningkatan pengunjung lebih dari 50 persen. ’’Kalau 50 persen ada. Karena petani yang membeli emas tidak hanya dari wilayah Mojokerto saja,’’ terangnya.
Selain dari Kecamatan Jetis dan Dawarblandong, menurutnya, banyak petani cabai rawit asal Wringinanom, Kabupaten Gresik, yang datang untuk membeli emas. Disebutnya, perilaku ini merupakan hal yang biasa. Tidak lama para petani ini akan kembali untuk menjual emasnya. ’’Biasanya memang tidak lama jangka waktunya. Karena untuk modal tanam lagi,’’ sebutnya. (adi)
Editor : Imron Arlado