TRAWAS, Jawa Pos Radar Mojokerto - Tim Covid Hunter Polres Mojokerto membubarkan pengunjung warung kopi (warkop) di jalan Kawasan Trawas, kemarin. Mereka yang datang dari berbagai daerah itu tak memakai masker dan tidak menerapkan jaga jarak di tengah persebaran Covid-19 yang kian masif.
Kasatsabhara Polres Mojokerto AKP Anwar Iskandar mengatakan, mobilitas masyarakat menuju kawasan wisata di akhir pekan ini memang tergolong cukup tinggi dan tak terkendalikan, Minggu (10/1). Ribuan wisataan dari berbagai daerah tumplek-blek bergerombol mengisi liburan sambil menikmati segarnya udara pegunungan di Kawasan Trawas. Sayangnya, situasi itu tak dibarengi dengan disiplin prokes Covid-19. ’’Mereka kami temukan banyak yang bergerombol, tidak perhatikan jaga jarak,’’ ungkapnya.
Banyaknya objek wisata dan warung kopi di bawah hutan pinus selama ini memang menjadi tempat favorit muda-mudi nongkrong. ’’Bahkan ada juga yang tak bawa masker,’’ tambahnya.
Kondisi itu membuatnya cukup prihatin. Apalagi, belakangan kasus persebaran Covid-19 di Kabupaten Mojokerto juga tergolong tinggi. Tiap hari puluhan kasus baru bermunculan. Tak urung, pembubaran secara paksa dilakukan tim Covid Hunter.
Mereka yang sedang asyik nongkrong di warung kopi diminta membubarkan diri dan pulang. Karena pelanggar banyak didominasi kaum muda atau masih di bawah umur, mereka tak dijatuhi denda administrasi sebagaimana perda yang ada. ’’Beberapa mereka yang tak pakai masker hanya kami sanksi push up dan kami minta pulang,’’ tuturnya.
Tiap pekan, dikatakan Anwar, sejumlah kawasan memang menjadi atensi petugas melakukan patroli untuk menyisir pelanggar prokes. Selain di kawasan Trawas, juga kawasan jalur Sendi, Kecamatan Pacet. Bermunculannya warung kopi rentan dijadikan muda-mudi nongkrong dan bergerombol. ’’Selain pembubaran, kami lanjut penyemprotan cairan disinfektan di lokasi wisata Trawas,’’ tandasnya.
Tingginya mobilitas masyarakat membuat petugas Satlantas Polres Mojokerto juga melakukan penyekatan di Pertigaan Jatijejer, Kecamatan Trawas. Bagi mereka yang hendak ke Trawas, diminta petugas untuk putar balik atau belok kanan ke arah Sumberglagah, Pacet. Upaya itu untuk menghidari terjadinya kerumunan lagi.
Editor : Imron Arlado