Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sling Crane Putus, Karyawan Tewas Tertimpa Tangki

Imron Arlado • Jumat, 18 Desember 2020 | 19:00 WIB
sling-crane-putus-karyawan-tewas-tertimpa-tangki
sling-crane-putus-karyawan-tewas-tertimpa-tangki

KUTOREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Nahas menimpa Agus Dwi Saputra, karyawan perusahaan karoseri di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Agus mengalami luka parah di bagian kepala lantaran tertimpa tangki hingga tewas.


Kecelakaan kerja tersebut terjadi saat ia tengah menjalankan tugasnya. Tak ada yang menyangka kecelakaan kerja berujung maut itu bakal menimpa Agus. Insiden tersebut terjadi di PT Aweco Indosteel Perkasa, Jalan Raya Mojosari-Pacet KM 4, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Kutorejo, Rabu (16/12) pukul 10.00.


Peristiwa itu bermula saat rekan kerjanya tengah memindahkan tangki menggunakan overhead crane (alat bantu angkat) dan webbing sling (pengait). Tak disangka, sling yang dikaitkan pada tangki itu tiba-tiba putus. Akibatnya, tangki jatuh menimpa Agus yang saat itu tengah berada di bawahnya. Agus mengalami luka parah di kepala, dan segera dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar Mojosari. Namun, nyawa Agus tak dapat diselamatkan. Dia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit saat tengah menjalani perawatan intensif. ”Saat ini kami sedang melakukan proses pengembangan dan penyidikan,” ujar Kapolsek Kutorejo AKP Hery Susanto kemarin (17/12).


Dalam penyelidikan polisi mengamankan barang bukti berupa satu webbing sling dan pakaian yang dikenakan korban. Pihak kepolisian pun telah melakukan olah TKP tak lama berselang usai terjadinya insiden tersebut. Di lain sisi, pihak perusahaan karoseri tersebut masih belum bisa memberikan keterangan terkait insiden yang menimpa salah satu karyawannya itu. Dengan dalih, tidak adanya perwakilan manajeman perusahaan di TKP (tempat kejadian perkara).


”Untuk sementara ini pihak perusahaan masih belum bisa memberikan keterangan. Di sini (bengkel) juga tidak ada perwakilan manajemennya karena kantornya ada di Gempol (Kabupaten Pasuruan),” kata Prapto, salah satu petugas keamanan. (vad)

Editor : Imron Arlado