KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemkot semakin gencar melakukan upaya penegakan disiplin protokol kesehatan. Minggu (13/9) pagi, Wali Kota Ika Puspitasari bersama Dandim 0815 Mojokerto Letkol (Inf) Dwi Mawan Sutanto, Kapolresta Mojokerto AKBP Deddy Supriadi, serta Kajari Kota Mojokerto Johan Iswahyudi, terjun langsung. Mereka melakukan patroli bersepeda memantau penegakkan hukum protokol kesehatan dan membagian masker bersama komunitas ibu-ibu.
Ning Ita bersama Jajaran Forkopimda gowes berkeliling wilayah permukiman dan perumahan padat penduduk untuk mengedukasi dan membagikan 5.000 masker kepada warga Kota Mojokerto. Ning Ita menyampaikan, sosialisasi protokol kesehatan sudah sering dilakukan di area publik dan saat ini berlanjut untuk menyentuh masyarakat secara langsung. ’’Area publik selama ini sudah sering kita lakukan sosialisasi, kita datangi, kita edukasi, bahkan sudah ada tindakan dengan sanksi. Tetapi masyarakat khususnya yang berada dalam permukiman kampung-kampung dan perumahan yang padat penduduk juga perlu kita sapa, kita edukasi. Sehingga sosialisasi yang berbasis masyarakat, pemberdayaan masyarakat secara langsung ini dapat dioptimalkan,’’ kata Ning Ita.
Lebih lanjut, wali kota menjelaskan, ada beberapa kelompok yang berpotensi menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Yaitu, klaster keluarga, klaster pilkada, dan klaster perkantoran. ’’Untuk klaster perkantoran sudah kita upayakan dengan menerbitkan SLO. Ini adalah jaminan bahwa yang sudah mendapatkan SLO wajib mentaati protokol kesehatan jika melanggar akan kami cabut SLO nya,’’ jelas Ning Ita.
’’Untuk klaster keluarga inilah maka kita turun memberikan edukasi, mengkampanyekan kepada keluarga sekaligus kepada komunitas yang ada di lingkungan masyarakat,’’ tegasnya. Ia menambahkan, terkait klaster pilkada, pada tahun ini Kota Mojokerto tidak sedang menggelar pilkada.
Ning Ita menjelaskan, kondisi persebaran Covid-19 di Jawa Timur termasuk Kota Mojokerto masih sangat dinamis. Untuk itu, semua pihak harus menguatkan sinergitas untuk melakukan protokol kesehatan. ’’Sinergi dengan menguatkan jajaran gugus tugas, tokoh agama dan tokoh masyarakat sudah kita upayakan. Sekarang saatnya bagaimana komunitas masyarakat seperti komunitas pesepeda, komunitas senam, komunitas lansia, kita upayakan juga menjadi duta protokol kesehatan,’’ tuturnya.
’’Saatnya anggota Komunitas ikut memberikan edukasi kepada sesama. Kaik di komunitas mereka maupun di tingkat tempat tinggal masing-masing. Sehingga, kesadaran masyarakat yang kita harapkan dari waktu ke waktu akan semakin meningkat dan peta pesebaran Covid bisa kita turunkan angkanya,’’ imbuhnya.
Ning Ita juga berharap masyarakat semakin tertib dan semakin sadar, bahwa taat pada protokol kesehatan bukan sekadar anjuran pemerintah. Namun, ini adalah kebutuhan masyarakat untuk hidup sehat dan terbebas dari Covid-19.
Lingkungan Balongrawe yang menjadi salah satu rute patroli gowes untuk edukasi protokol kesehatan kali ini. Warga Balongrawe menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian Ning Ita bersama Forkopimda yang berkeliling ke rumah warga untuk membagi masker. ’’Matur suwun Bu Wali blusukan seperti ini dan bagi-bagi masker, kami merasa mendapat perhatian,’’ ujar Ninis, salah satu warga Balongrawe. Dirinya mengaku hanya memiliki dua buah masker yang digunakan ketika keluar rumah. Seperti keluar untuk berbelanja ke pasar.
Siti Khusnul Khotimah, warga Sumolepen menyampaikan, kegiatan Ning Ita untuk menyapa masyarakat secara langsung sangat ia harapkan bersama warga yang lain. ’’Kalau bisa kegiatan seperti ini lebih sering diadakan,’’ katanya.
Kegiatan bagi-bagi masker ini adalah bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menegakkan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 55 Tahun 2020 yang merupakan perubahan Peraturan Wali Kota Mojokerto Nomor 47 Tahun 2020 tentang Pedoman pada tatanan normal baru pada kondisi Pandemi Coronavirus Disease 2019 Kota Mojokerto. Perwali ini dikuatkan dengan Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019.
Editor : Imron Arlado