JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto - Hutan Watu Blorok di Dusun Waru Gunung Tengah, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, terbakar Kamis (3/9) malam.
Belum diketahui penyebab pasti kobaran api yang menghanguskan hutan jati tersebut.Namun, kondisi hutan itu memang sudah sangat kering karena kemarau yang sedang mencapai suhu puncaknya.
Petugas BPBD Kabupaten Mojokerto, Rohim, mengatakan, kebakaran kali pertama diketahui warga sekitar pukul 18.37. Saat itu, warga yang sedang melintas melihat kobaran api di tengah hutan. ’’Saat saya ke sini api sudah menjalar,’’ ungkapnya.
Tak urung kondisi itu membuatnya berupaya melakukan pemadaman secara manual. Dengan memanfaatkan ranting pohon, dibantu petugas Perhutani, dirinya berjibaku menjinakkan api.
’’Apalagi banyak rerumputan dan ranting kering. Jadi, api juga cepat membesar,’’ jelasnya. Dia menduga, kebakaran yang kerap terjadi di lahan Perhutani itu ulah orang tidak bertanggung jawab.
Sebab, selama ini, tak jarang hutan yang tak jauh dari permukiman warga tersebut jadi jujukan pemburu babi hutan. ’’Biasanya kalau dibakar membuat babi hutan keluar,’’ tambah Petugas Perhutani, Sukaji.
Kendati begitu, orang membuang puntung rokok sembarangan juga bisa menjadi pemicu kebakaran. ’’Tapi kemungkinan itu kecil. Yang banyak ya orang berburu babi hutan. Karena tidak satu dua kali kebakaran di sini,’’ paparnya.
Meski awalnya sulit dijinakkan, selang satu jam atau sekitar pukul 19.24, api berhasil dipadamkan. Selain itu, tak sampai meluas. Karena terbatasi lintasan-lintasan motor trail.
’’Jadi, api tersekat jalan-jalan trail. Jadinya sulit dan tidak bisa meluas,’’ jelasnya. Menggandeng kepolisian, dirinya akan melakukan penelusuran dan menindak tegas bagi siapa pun yang kedapatan dengan sengaja melakukan pembakaran di hutan.
Selain dapat merusak ekosistem lingkungan, pembakaran hutan juga dapat mencemari kebersihan udara. (nun/abi)
Editor : Moch. Chariris