Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tim Arkeolog Temukan Benda Penancapan Panji Kerajaan Majapahit

Moch. Chariris • Sabtu, 4 Juli 2020 | 16:00 WIB
tim-arkeolog-temukan-benda-penancapan-panji-kerajaan-majapahit
tim-arkeolog-temukan-benda-penancapan-panji-kerajaan-majapahit

JATIREJO, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pelaksanaan pra ekskavasi Situs Kumitir selama tiga hari di Dusun Bendo, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Kamis (2/7) perlahan membuahkan hasil.


Tim Arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) menemukan temuan baru. Yakni, berupa batu kuno berbentuk lonjong diduga tempat penancapan bendera di era Kerajaan Majapahit.


Benda purbakala itu ditemukan saat para pekerja menggali titik lubang di talud sisi barat. Tepatnya, di atas talud dengan posisi terguling. Batu ini tingginya mencapai 28 cm, lebar tapak bawah 17 cm, lebar tapak atas 13 cm, dan lubangnya berdiameter 6,5 cm.


”Perkiraan kami, batu ini merupakan tempat untuk menancap tiang  bendera umbul-umbul atau janur kuning yang biasanya dipasang di depan Situs Kumitir ini,” ungkap Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho.


Dugaan itu memperkuat hepotesis yang ada. Bahwa situs tersebut menghadap ke arah barat. Di sisi lain, penemuan baru ini tidak ditemukan di tempat lain. Seperti di dinding talud maupun di area situs tersebut. Apalagi, segi bentuknya menyerupai fondasi penancapan bendera.


Selain itu, juga tidak mengarah pada jenis umpak. ”Tiang bangunan juga biasanya tidak ditancapkan ke dalam umpak,” imbuhnya. Pada masa Kerajaan Majapahit, lanjut Wicaksono, ada sebuah  tradisi memasang panji-panji Majapahit pada acara-acara ritual keagamaan tertentu.


Bahkan, tradisi tersebut terus dilestarikan hingga zaman modern. Meski demikian, dirinya belum dapat memastikan bendera pada zaman Kerajaan Majapahit itu dikibarkan pada tiang kayu atau bambu.


”Kemudian, saat perjalanan Raja Hayam Wuruk, panji-panji Majapahit dipasang di pinggir jalan. Apakah bambu atau kayu tiangnya, kami belum menemukan buktinya,” bebernya.


Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan ekskavasi besar-besaran pada bulan Agustus mendatang untuk mengungkap dugaan yang ada. Sebab, selama ini beberapa tanda-tanda yang kerap ditemukan di area situs tersebut sangat meyakinkan bahwa situs tersebut merupakan penemuan spektakuler.


Mulai dari dua pipi tangga dan beberapa penemuan benda bersejarah lainnya. ”Semua itu akan terungkap setelah kita ekskavasi situs selesai,” tandasnya. (hin)



 

Editor : Moch. Chariris