Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

PDP Bartambah, RSUD Tambah Ruang Isolasi

Imron Arlado • Senin, 30 Maret 2020 | 16:05 WIB
pdp-bartambah-rsud-tambah-ruang-isolasi
pdp-bartambah-rsud-tambah-ruang-isolasi

MOJOSARI, Jawa Pos Radar Mojokerto – Bupati Pungkasiadi meminta agar warga Kabupaten Mojokerto untuk mengurangi mobilitas di tengah merebaknya virus korona. Termasuk bagi warganya yang berada di luar kota agar menunda melakukan perjalanan pulang ke kampung halaman.


Pungkasiadi mengatakan, langkah itu dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19 yang telah menjangkit 13 Kabupaten dan Kota di Jawa Timur (Jatim). Untuk itu, pihaknya mengimbau warga agar tetap menerapkan physical distancing atau saling menjaga jarak fisik serta menghindari kerumunan. ’’Karena penyebaran (virus korona) ini harus kita hentikan,’’ terangnya usai mengikuti video conference (vidcon) dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Mapolres Mojokerto, Minggu (29/3).


Selain itu, kata Pung, masyarakat juga harus mengurangi mobilitas. Pasalnya, riwayat bepergian menjadi salah pemicu meningkatnya angka Orang Dalam Pantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Mojokerto.


Karena itu, mendekati bulan Ramadan ini, pihaknya mengimbau bagi warga untuk menahan diri agar tidak melakukan mudik. Khususnya bagi mereka yang berada atau pun melewati perjalanan di wilayah zona merah Covid-19.  ’’Untuk pencegahan ini, diharapkan tidak mudik dulu,’’ terangnya.


Tujuannya, supaya terhindar dari risiko terpapar virus korona selama menempuh perjalanan. Di sisi lain, tidak menutup kemungkinan, para pemudik juga berpotensi menjadi carrier atau pembawa virus yang justru bisa menularkan ke orang lain. ’’Apa yang kita lakukan, semua ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,’’ tandasnya.


Pung mengatakan, salah satu poin dari hasil vidcon adalah, pihaknya akan melaksanakan disinfeksi secara menyeluruh di 18 wilayah kecamatan. Menurutnya, penyemprotan dengan menggunakan cairan disinfektan itu dilakukan serentak bersama unsur TNI-Polri pada Selasa (31/5) besok. ’’Kita akan semprot disinfektan masif di seluruh Kabupaten Mojokerto,’’ ujarnya.


Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini, menambahkan, hingga Minggu (29/3) kemarin, jumlah dan sebaran Covid-19 di wilayahnya kembali mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari laman covid19.mojokertokab.go.id, jumlah PDP bertambah menjadi 22 orang. Artinya, selama kurun 24 jam terakhir terdapat penambahan 7 warga yang berstatus PDP.


Tak hanya itu, jumlah ODP juga mengalami penambahan. Jika sehari sebelumnya hanya tercatat 137 orang, Minggu (29/3) sudah menyentuh 143 orang. Seluruhnya tersebar di 17 dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Tertinggi berada di Kecamatan Puri dengan 42 ODP.


Pung menyatakan, seiring meningkatnya data pantauan Covid-19 tersebut, pihaknya mengaku telah menginstruksikan untuk melakukan penambahan ruang isolasi di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.


Di sisi lain, fasilitas kesehatan pelat merah lainnya juga dipersiapkan untuk melakukan penanganan awal pasien yang mengalami gejala mengarah pada Covid-19. ’’Akan kita tambah terus (ruang isolasi). Semua puskesmas posisinya sudah saya minta persiapkan, termasuk RSUD Basoeni juga. Tapi rujukannya tetap di Soekandar,’’ pungkasnya.

Editor : Imron Arlado
#rsud soekandar mojosari