Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pasien Meninggal Bukan karena Virus Korona

Imron Arlado • Selasa, 24 Maret 2020 | 16:55 WIB
pasien-meninggal-bukan-karena-virus-korona
pasien-meninggal-bukan-karena-virus-korona

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tim dokter RSUD Prof dr Soekandar Mojosari menyatakan satu orang yang sempat berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) virus korona (Covid-19) meninggal dunia. Pria 30 tahun itu mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (21/3) atau selang sehari setelah dirujuk dari RS Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Medan, Sumatera Utara (Sumut).


Namun, bukan virus korona yang menjadi alasan kuat nyawa pasien ini tak tertolong. Dari analisa dan uji laboratorium tim medis, penyebab kematian pasien yang sempat menjadi TKI di Malaysia itu justru akibat terpapar bakteri TBC dan virus HIV akut. Sejak dirujuk pada Jumat (20/3) lalu, kondisi pasien memang sudah kritis dan sulit disembuhkan usai menjalani perawatan selama sembilan hari di RS TKI Medan. ’’Dari hasil pemeriksaan klinis, TBS-nya positif dan pemeriksaan HIV-nya juga positif,’’ tutur dr Gigih Setijawan, ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 RSUD Prof dr Soekandar Mojosari, kemarin.


Gigih mengakui, pasiennya semula sempat dinyatakan PDP dalam rujukan tim RS TKI Medan. Namun, saat diperiksa tim dokter RSUD, tidak tampak gejala atau tanda-tanda yang mengarah pada suspect Covid-19. Tim dokter bahkan tidak menemukan adanya pneumonia dalam foto rontgen thoraks sebagai indikator utama paparan virus korona. Pun demikian dari hasil penggalian informasi dari pihak keluarga.


Tak satupun yang mengetahui aktivitas dan pekerjaan korban selama di Malaysia. Sehingga ketika dicocokkan dalam arahan Kementerian Kesesehatan (Kemenkes), pasien tidak masuk dalam kategori PDP. ’’Foto thoraks-nya tidak ada pneumonia. Memang kondisinya sudah antara sadar dan tidak sadar, makanya sempat dibilang PDP. Kan tidak segegabah itu kita mengikuti rujukan. Kita juga harus saling arif lah menyikapi isu korona ini. Sudah kita laporkan mulai dari terduga PDP, tapi ternyata penyulitnya adalah TB-HIV,’’ ujar dokter spesialis paru-paru ini.


Gigih juga memastikan jumlah pasien PDP yang masih dalam perawatan di ruang isolasi tersisa empat orang. Kondisi pasien berkode 03, 04, 05, dan 06 ini juga dinyatakan semakin membaik dari hari ke hari. Perbaikan itu terlihat dari sejumlah keluhan yang semakin berkurang. Asupan nutrisi serta multivitamin yang cukup dinilai sebagai langkah efektif dalam menyembuhkan pasien. ’’Sudah tidak ada batuk, tidak ada sesak napas, tidak ada panas, makan minum juga baik,’’ tambahnya.


Namun demikian, tim dokter masih harus memastikan kembali keempat pasien apakah benar-benar tidak terjangkit Covid-19. Yakni, dengan membaca hasil uji swab yang sudah dikirim ke Dinkes Provinsi Jatim. Sampai saat ini, hasil uji swab masih dinanti tim dokter RSUD sebelum dirilis oleh Dinkes Kabupaten Mojokerto. ’’Infonya kalau nggak hari ini (kemarin, Red) ya besok (hari ini, Red) hasil uji swab-nya keluar. Nanti biar diumumkan oleh direksi rumah sakit dan Dinkes Kabupaten Mojokerto,’’ tandasnya.

Editor : Imron Arlado
#rsud soekandar mojosari