Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

RS Soekandar Mojosari Isolasi Dua Pasien

Imron Arlado • Kamis, 19 Maret 2020 | 16:00 WIB
rs-soekandar-mojosari-isolasi-dua-pasien
rs-soekandar-mojosari-isolasi-dua-pasien

KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Penanganan dan pencegahan terhadap bahaya virus korona atau Covid-19 di wilayah Kabupaten Mojokerto semakin diperketat. Selain menerapkan social distance di area publik, Pemkab Mojokerto juga terus mengawasi perkembangan warganya dari penularan virus asal China itu. Termasuk bagi dua orang pasien yang kini tengah dalam pantauan khusus tim medis RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.


Sejak dirujuk ke rumah sakit pelat merah pada Selasa (17/3), kedua pasien langsung ditangani di ruang isolasi khusus. Status keduanya ditetapkan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) tim medis rumah sakit. Selain dirawat, kedua pasien ini bakal diuji laboratorium swap tenggorokannya.


Uji swap tersebut untuk memastikan kedua pasien apakah benar terinfeksi virus korona atau negatif. Rencananya, tim medis rumah sakit akan diberangkatkan untuk mendalami teknis medis klinis uji swap ke Dinkes Pemprov Jatim hari ini. Pendalaman dibutuhkan mengingat pengambilan sampel memerlukan alat dan keahlian khusus, yakni menggunakan virus tranport media (VTM). Dari sampel tersebut, tim akan menguji dan menganalisa swap di laboratorium.  


’’Insya Allah nanti yang menguji dari Dinkes Provinsi Jatim. Doakan saja secepatnya atau besok (hari ini, Red),’’ tutur dr Sujatmiko, kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto, kemarin.  Meski harus diuji laboratorium, namun kondisi kedua pasien dinyatakan tim dokter rumah sakit semakin membaik. Keluhan batuk dan flu yang diderita keduanya sejak bepergian juga sudah berkurang. Bahkan, keduanya juga sudah terbiasa mengonsumsi makanan tanpa rasa nyeri. ’’Batuk sudah jarang, tidak ada sesak, panas tidak ada, makan juga baik. Alhamdulillah ada perbaikan secara klinis. Yang anak-anak juga begitu, tidak panas, makan minum sudah baik, cuman masih ada batuk sedikit,’’ ujar dr Gigih Setijawan, kepala ruang isolasi RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.


Gigih menerangkan, dua pasiennya memang sempat mengeluh sakit yang mengarah pada tanda-tanda pneumonia. Untuk pasien pertama yang berusia 52 tahun, mengeluhkan batuk dan nyeri di tenggorokan setelah pulang liburan di Denpasar, Bali, akhir pekan kemarin. Pasien tersebut kemudian minta dirawat dan dilakukan penanganan medis di RSUD pada Selasa siang (17/3).


Namun, saat datang ke rumah sakit, kondisi suhu tubuhnya sudah tidak demam lagi. Sementara untuk pasien kedua yang masih berusia empat tahun atau balita, juga mengeluhkan batuk, flu, dan demam sejak pulang dari acara keluarga di Bandung. Nah, dari riwayat kunjungan kedua pasien, tim medis memutuskan keduanya dirawat di ruang isolasi. Mereka ditangani secara intensif mulai dari pemberian obat-obatan dan vitamin serta pengawasan secara berkala oleh tim dokter. ’’Memang ada tanda-tanda yang sedikit mengarah ke pneumonia (radang paru-paru). Tapi untuk saat ini kondisinya agak membaik. Pasien akan diisolasi selama masa inkubasi 14 hari,’’ tambah dokter spesialis paru-paru itu.


Sebelumnya, Bupati Mojokerto Pungkasiadi telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik dan resah dalam menanggapi permasalahan seputar virus korona. Pemkab siap bekerja maksimal agar coronavirus desease (Covid-19) tidak sampai masuk di Bumi Majapahit. Bahkan, pemkab telah membentuk dan memerintahkan tim gugus tugas penanganan dan pencegahan Covid-19 yang bekerja setiap waktu dalam mengantisipasi wabah virus. Termasuk lewat penyemprotan cairan desinfektan serta penyediaan hand sanitizer di setiap ruang publik yang sudah dimulai serentak kemarin.


’’Dua pasien itu bukan kena korona. Tolong masyarakat tidak usah panik, kalau ibaratnya korona itu biar kelaut saja. Jangan sampai kesini (Kabupaten Mojokerto, Red),’’ tegasnya.

Editor : Imron Arlado
#rsud soekandar mojosari