MOJOKERTO – Satu per satu benda cagar budaya (BCB) terus ditemukan. Kali ini, temuan itu ada di Dusun Gapuro, Desa Mojojajar, Kecmatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto.
Warga menyebut, situs berbentuk sumur tua menggunakan tumpukan batu bata kuno itu diduga adalah bekas pemukiman era Kerajaan Majapahit terdahulu.
Penemuan sumur kuno ini kali pertama diketahui warga saat melakukan pengerukan saluran irigasi jalan baru di belakang rumah warga. ’’Memang secara kebetulan. Saya melihat kok seperti ada tatanan batu bata,’’ kata Selamet, salah satu warga.
Saat ditemukan, sekilas hanya terlihat sebuah batu bata yang tertata rapi. Karena penasaran, dia lantas melanjutkan penggalian. Alhasil, ternyata, batu bata merah ini memiliki ukuran lebih besar layaknya BCB peninggalan kerajaan terdahulu.
’’Awalnya, terlihat hanya ada tiga tumpukan bata,’’ tambahnya. Dia semakin penasaran. Menggunakan peralatan manual penggalian lebih diperdalam lagi. Dari situ, fakta baru mulai bermunculan.
Batu bata merah tersebut ternyata berbentuk melingkar seperti sumur peninggalan masa kerajaan. Terhitung, terdapat sekitar 14 tumpukan batu bata dengan ukuran lebih besar dari batu bata umumnya.
’’Sumur ini tertanam di dalam tanah sekitar 90 sentimeter sampai satu meter,’’ ujarnya. ’’Untuk diameter sumur sisi dalam, saya ukur sekitar 65 sentimeter. Kalau sampai sisi luar 90 sentimeter,’’ tambah Waris, warga lainnya.
Dia menyebutkan, tidak hanya sumur, serpihan-serpihan kuno juga ditemukan di area lokasi tersebut. Seperti guci, kendi, gerabah, dan tembikar. Namun, benda peninggalan sejarah itu kondisinya sudah tak utuh lagi karena termakan usia.
’’Dugaan kami, ini (peninggalan, Red) masa Kerajaan Majapahit. Di sini, dulunya juga diduga bekas pemukiman,’’ tandasnya. Dugaan itu dikutkan dari sejumlah temuan di lokasi. Bahkan, di tempat berbeda yang jaraknya tak jauh dari temuan awal, warga juga digegerkan dengan struktur batu bata kuno yang memiliki ukuran lebih besar.
Temuan itu saat warga akan mendirikan gapura desa. Sementara dari hasil hasil ekskavasi BPCB Jatim, bentuk bangunan kuno yang ditemukan warga di lokasi itu diduga sebuah candi yang dibangun pada zaman Majapahit periode awal atau sekitar abad ke 12 Masehi.
’’Bisa jadi, sumur ini juga ada kaitannya dengan temuan sebelumnya,’’ bebernya. Dia berharap ada perhatian dari pemerintah daerah (pemda) dan BPCB Jatim selaku pemangku kepentingan. ”Oleh warga temuan ini sudah dilaporkan. Kabarnya akan dilihat dan dikaji langsung BPCB,’’ pungkasnya.
Editor : Moch. Chariris