Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Warga Mojokerto Kembali Tangkap Predator Amazon

Moch. Chariris • Jumat, 29 Juni 2018 | 14:00 WIB
warga-mojokerto-kembali-tangkap-predator-amazon
warga-mojokerto-kembali-tangkap-predator-amazon



MOJOKERTO – Dua ekor ikan Arapaima Gigas yang belakangan membuat heboh masyarakat Mojokerto dan Sidoarjo, kembali ditemukan warga di Rolak Songo, Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto.


Bahkan, ikan Arapaima yang merupakan spesies ikan dari Sungai Amazon, di hutan belantara Amerika Latin ini juga di jual secara ecer. Dua ikan yang tergolong predator itu berukuran besar.


Panjangnya mencapai 3 sampai 4 meter dan bobot sampai 30 kilogram. Ikan itu ditemukan Alikin, 50, warga Desa Wunut, Kecamatan Mojoanyar. ’’Ada dua ikan yang ditemukan. Satu ikan masih dalam keadaan hidup dan satu ikan lainnya dalam keadaan mati,’’ ungkapnya, kemarin.


Dengan menggunakan peralatan setrum, dia berhasil menangkap dua ikan sekitar pukul 10.00. Karena satu ekor mati, langsung dijual eceran. ’’Ukuran dan berat kedua ikan tersebut hampir sama,’’ imbuhnya.


Berbeda dengan satu ikan yang masih hidup. Dengan ditali mulutnya, ikan sengaja dibiarkan hidup di dalam air. ’’Yang hidup ini juga rencananya saya jual. Sudah ada yang menawar,’’ paparnya.


Ia mengaku tak memberikan harga khusus untuk ikan jenis Arapaima Giga itu. ’’Kalau ada yang beli dengan harga yang lebih tinggi ya saya kasihkan,’’ pungkasnya.


Kemunculan ikan Arapaima yang sebelumnya menghebohkan warga sekitar Sungai Brantas bukan tanpa sebab. Dari penelusuran, ada seseorang yang sengaja melepaskan ikan predator tersebut ke Sungai Brantas.


Bahkan, jumlahnya cukup banyak, hingga 23 ekor. Masing-masing dilepaskan di Taman Brantas Indah atau Mojokerto Kawasan Pariwisata (MKP) dan bendungan Rolak Songo.


Dari informasi pula, ikan itu sebelumnya berada di sebuah kolam besar milik salah seorang kolektor ikan asal Kecamatan Jetis.


 

Editor : Moch. Chariris