Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

27 Club—Angka Keramat yang Merenggut Nyawa Bintang Dunia

Imron Arlado • Sabtu, 23 Agustus 2025 | 00:56 WIB

The Twenty Seven Club MP
The Twenty Seven Club MP

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Gemerlap panggung, sorakan jutaan penonton, dan kejayaan yang seakan abadi. Namun semuanya berakhir di angka yang sama, yaitu 27 tahun.

Fenomena kelam ini dikenal dengan sebutan 27 Club, sebuah daftar tragis yang dihuni musisi legendaris seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, Jim Morrison, Kurt Cobain, hingga Amy Winehouse. 

Angka 27 seolah menjelma kutukan, menjadi batas tipis antara popularitas yang memuncak dan kehancuran yang tak terelakkan. Inilah kisah para tokoh yang masuk dalam 27 Club beserta sebab-sebab kepergian mereka.

 

Baca Juga: Sedang Tayang di Bioskop, Inilah Fakta dan Mitos Film Horor Sebelum 7 Hari

1. Robert Johnson (1911–1938) – gitaris blues legendaris.

Robert Johnson, gitaris blues legendaris yang kerap disebut sebagai “bapak musik rock”, meninggal pada tahun 1938 dalam usia 27 tahun. Penyebab kematiannya hingga kini masih diselimuti misteri. 

Sebagian versi menyebut ia diracun oleh seorang pria yang cemburu karena hubungannya dengan seorang perempuan. Versi lain menuliskan bahwa ia menderita penyakit menular seperti pneumonia atau sifilis yang kala itu sulit ditangani. 

Ketidakjelasan penyebab kematian inilah yang kemudian menambah aura mistis di sekitar sosok Johnson, terlebih dengan mitos bahwa ia pernah “menjual jiwanya pada iblis” di persimpangan jalan demi mendapatkan kemampuan bermain gitar yang luar biasa.

2. Brian Jones (1942–1969) – pendiri The Rolling Stones.

Brian Jones, salah satu pendiri sekaligus gitaris The Rolling Stones, ditemukan tewas pada tahun 1969 di kolam renang rumahnya.

Hasil penyelidikan menyebutkan bahwa ia tenggelam setelah sebelumnya mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang. 

Kombinasi zat-zat itu diduga membuat tubuhnya lemah dan kesadarannya menurun, hingga akhirnya ia tidak mampu menyelamatkan diri saat berada di air. 

Meski secara resmi dinyatakan sebagai kecelakaan, kematiannya masih memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari dugaan pembunuhan hingga konspirasi di balik gaya hidup liar seorang rockstar pada era itu.

 

Baca Juga: [VIDEO] Penampakan Penonton Gaib di Bioskop Terbengkalai Puluhan Tahun

 

3. Jimi Hendrix (1942–1970) – gitaris rock ikonik.

Jimi Hendrix, gitaris flamboyan yang dianggap sebagai salah satu musisi paling berpengaruh dalam sejarah rock, meninggal dunia pada tahun 1970 dalam usia 27 tahun. 

Ia ditemukan tak bernyawa di sebuah hotel di London setelah mengonsumsi obat tidur dalam jumlah berlebihan yang bercampur dengan alkohol.

Kondisi tersebut menyebabkan Hendrix kehilangan kesadaran dan akhirnya tersedak muntahannya sendiri. Secara resmi, kematiannya dikategorikan sebagai akibat overdosis yang berujung fatal. 

Tragedi ini semakin memperkuat citra Hendrix sebagai sosok jenius musik yang hidup cepat, penuh eksperimen, tetapi berakhir tragis di usia yang sangat muda.

4. Janis Joplin (1943–1970) – penyanyi rock/soul.

Janis Joplin, diva rock dengan suara serak khas yang begitu melegenda, ditemukan meninggal dunia pada tahun 1970, hanya beberapa minggu setelah kepergian Jimi Hendrix. 

Ia tewas akibat overdosis heroin yang diperparah dengan konsumsi alkohol. Kombinasi zat mematikan itu membuat tubuhnya tidak mampu bertahan, hingga ia mengembuskan napas terakhir di sebuah kamar hotel di Los Angeles. 

Kematian Joplin mengejutkan dunia musik, karena ia sedang berada di puncak karier dengan rencana perilisan album baru. 

Tragedi ini semakin mengukuhkan citra dirinya sebagai ikon generasi “Flower Power” yang berkilau di panggung, namun rapuh dalam kehidupan pribadi.

 

Baca Juga: Misteri Gua Buatan di Mojokerto, Bisikan Roh Halus, Isi Keris hingga Tasbih

5. Jim Morrison (1943–1971) – vokalis The Doors.

Jim Morrison, vokalis kharismatik sekaligus penulis lirik puitis dari band The Doors, ditemukan meninggal dunia di sebuah apartemen di Paris pada tahun 1971.

Ia wafat pada usia 27 tahun, hanya setahun setelah kepergian Jimi Hendrix dan Janis Joplin. 

Penyebab resmi kematiannya dicatat sebagai gagal jantung, namun tidak dilakukan autopsi karena hukum Prancis kala itu tidak mewajibkan jika tidak ada tanda-tanda kriminal. 

Meski begitu, banyak spekulasi menyebut bahwa Morrison sebenarnya meninggal akibat overdosis heroin yang dikonsumsinya bersama alkohol. 

Misteri seputar kematiannya makin memperkuat mitos sang "Lizard King" sebagai figur liar, penuh karisma, namun tragis—ikon generasi rock yang terbakar terlalu cepat.

 

6. Kurt Cobain (1967–1994) – vokalis Nirvana.

Kurt Cobain, vokalis sekaligus gitaris Nirvana yang dianggap sebagai suara utama generasi grunge, meninggal dunia pada tahun 1994 dalam usia 27 tahun. 

Ia ditemukan tewas di rumahnya di Seattle dengan luka tembak di kepala yang dinyatakan sebagai bunuh diri. 

Di samping senjata, ditemukan juga catatan terakhir yang ditulis Cobain, yang menyingkap keputusasaan, depresi, serta tekanan besar dari ketenaran yang ia alami. 

Cobain juga diketahui lama berjuang melawan kecanduan narkoba, khususnya heroin, yang semakin memperparah kondisi fisik dan mentalnya. 

Kematian tragis ini membuatnya dijadikan simbol dari generasi muda yang gelisah, sekaligus menguatkan mitos kelam tentang kutukan 27 Club.

 

Baca Juga: Kematian Kurt Cobain: Fakta Tersembunyi dan Jejak Konspirasi yang Tak Pernah Padam

 

7. Amy Winehouse (1983–2011) – penyanyi soul dan jazz.

Amy Winehouse, penyanyi soul dan jazz asal Inggris dengan suara unik yang memadukan kekuatan dan kerentanan, meninggal dunia pada tahun 2011 dalam usia 27 tahun. Ia ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Camden, London. 

Hasil penyelidikan resmi menyebutkan penyebab kematiannya adalah keracunan alkohol akut, setelah ia mengonsumsi minuman keras dalam jumlah sangat besar usai berbulan-bulan mencoba berhenti. 

Amy selama bertahun-tahun berjuang melawan kecanduan alkohol, narkoba, dan masalah kesehatan mental yang terus disorot media. Tekanan itu membuat hidupnya kian rapuh di balik gemerlap panggung.

Kepergiannya mengakhiri karier yang baru saja mencapai puncak sekaligus menambahkan satu nama lagi ke daftar kelam 27 Club, simbol rapuhnya batas antara kejayaan dan kehancuran di dunia musik.

 

Baca Juga: Misteri Gedung SMPN 1 Mojokerto: Kesurupan, Menjelma Penari dan Orang Belanda

 

Rangkaian kematian tragis ini semakin menegaskan mitos kelam 27 Club, di mana usia 27 tampak seperti batas tipis yang memisahkan cahaya kejayaan dari jurang kehancuran. 

Angka tersebut bukan lagi sekadar hitungan, melainkan simbol tragis tentang bagaimana gemerlap popularitas, tekanan hidup, dan jeratan kecanduan dapat meruntuhkan para musisi jenius justru ketika mereka berada di puncak karier. 

Fenomena ini pun terus menghantui dunia musik, seakan menjadi pengingat bahwa di balik sorak penonton dan kilau panggung, ada sisi gelap yang kerap menelan nyawa para bintang. BINTANG PURNAMA/Wulan

Editor : Imron Arlado
#robert Johnson #brian jones #kurt cobain #jim morrison #Janis Joplin #27 club #jimi hendrix #amy winehouse