Suatu pagi di awal Januari 2016, siswa-siswi SMPN 1 Kota Mojokerto tengah melaksanakan kegiatan doa bersama. Mereka yang muslim mengikuti istighotsah sedangkan yang kristen merayakan natal. Jam dinding baru menunjukkan pukul 09.00, seorang siswi kelas 9 tiba-tiba meraung. Dia berteriak-teriak selayaknya orang sedang kesurupan.
Saat Sarjono turun dari lantai dua aula, tempat di mana dirinya dan para murid sedang melangsungkan perayaan natal, sekitar 10 siswi ditemukannya sudah mengalami kesurupan. Mereka yang semula berada di lorong deretan kelas sisi selatan itu telah dievakuasi ke beberapa ruang. ’’Ternyata tidak berhenti di situ, kesurupannya merembet ke kelas-kelas lain, kelas 7 dan 8,’’ kenang Guru Agama Kristen SMPN 1 Kota Mojokerto ini.
Sepanjang ingatannya, hanya dalam waktu dua jam, sekitar 100 murid sudah mengalami kesurupan. Sebanyak 60 di antaranya dalam kondisi parah. ’’Parah karena saat semua guru membawakan doa supaya melepas roh jahat dari anak-anak, mereka menendang sampai meludahi,’’ imbuhnya. Segala cara dilakukan untuk menyadarkan para murid yang kerasukan makhluk halus.
Kejadian kerasukan massal itu merupakan yang terbesar dan satu-satunya yang dialami Sarjono selama mengajar di SMPN 1 Kota Mojokerto sejak 1990. Selain jumlahnya yang banyak, dia juga menyaksikan sendiri sosok yang merasuki muridnya. Disebutnya, selama kesurupan, ada anak yang mendadak fasih berbahasa Belanda. Lalu ada pula yang menari-nari layaknya seorang ronggeng hingga meraung-raung seperti singa. ’’Bahkan aja yang mengejek saya katanya tidak bisa mengeluarkan,’’ ulasnya.
Kepala SMPN 1 Kota Mojokerto Irene Darwono mengungkapkan, kerasukan massal enam tahun silam itu sebagian besar menyasar siswa perempuan. Mereka tiba-tiba menangis dan histeris. Kejadian itu membuat kegiatan belajar harus dihentikan dan para murid dipulangkan lebih cepat. ’’Saat kesurupan ada yang mengaku dia orang tua yang tinggal di sini. Ada yang menari-nari, dan berbicara fasih dengan bahasa Belanda seperti orang Belanda,’’ ungkapnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah