Jembatan Pagerluyung merupakan jalur alternatif yang menghubungkan tiga daerah. Yakni Kota Mojokerto, Jombang, dan Kabupaten Mojokerto. Jembatan ini melintang di atas Sungai Brantas dan Jalan Raya Gedeg-Kemlagi. Jembatan Pagerluyung merupakan bekas jalur kereta lori untuk mengangkut hasil panen tebu era kolonial Belanda.
Seiring perkembangan zaman, fungsi Jembatan Pagerluyung mulai beralih sebagai jembatan yang dilintasi kendaraan umum. Saat masa panen tebu, jembatan ini menjadi akses utara truk-truk pengangkut tebu menuju pabrik gula. Di balik kekokohan jembatan yang berdiri ratusan tahun, infastruktur kuno ini diyakini dihuni berbagai makhluk halus.
Sentot Wibowo, warga yang sering melintas di Jembatan Pagerluyung mengungkapkan banyaknya pengalaman mistis terkait jembatan. Kisah-kisah itu melegenda di tengah masyarakat dan dipercaya secara turun-temurun. ”Sisi utara dan sisi selatan jembatan itu lain cerita,” ujarnya.
Sisi selatan jembatan, kata Sentot, konon dijaga oleh siluman buaya. Penampakan makhluk halus itu kerap beredar di Sungai Brantas sekitar Jembatan Pagerluyung dari arah Kabupaten Mojokerto dan Jombang. ”Orang sering melihat siluman buaya itu, tapi tidak sampai diganggu,” ungkap warga Desa Ngingasrembyong, Kecamatan Sooko ini.
Cerita berbeda muncul dari sisi utara jembatan. Konon, di sana kerap terjadi kecelakaan lantaran jalur masuk jembatan ditutup oleh makhluk halus. Yang dipercaya masyarakat, penutup itu dipercaya berupa semacam geber atau kain putih untuk pertunjukan wayang. ”Dulu kan sering ada orang tabrakan karena ada sebangsa keleber wayang yang menutup, jadi orangnya tidak bisa lihat,” beber pria 41 tahun tersebut.
Sentot menyatakan, kisah ganjil ini telah berkembang di masyakat dan banyak dituturkan secara turun-temurun. Hal ini dianggap lumrah karena usia jembatan yang tua. Dirinya juga menyebut, sang paman, yang kini berusia 100 tahun lebih menjadi saksi mata berbagai pengalaman ganjil itu. ”Paman saya ini ikut membangun jembatannya juga,” tandas dia. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah