Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Onde-Onde, Jajanan Populer Kota Mojokerto, Asalnya dari Mana?

Fendy Hermansyah • Rabu, 29 Juni 2022 | 18:12 WIB
KUE KHAS: Seorang pekerja tengah menggoreng onde-onde di toko Boliem, Jalan Empunala, Kota Mojokerto. (Fendy Hermansyah/Jawaposradarmojokerto.id)
KUE KHAS: Seorang pekerja tengah menggoreng onde-onde di toko Boliem, Jalan Empunala, Kota Mojokerto. (Fendy Hermansyah/Jawaposradarmojokerto.id)
MOJOKERTO RAYA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Onde-Onde tergolong kue basah yang banyak dijumpai di Kota Mojokerto. Saking populernya, jajanan satu ini menjadi julukan Kota Mojokerto menjadi Kota Onde-Onde. Lantas, sebenarnya darimana asal usul jajanan berbentuk bulat yang gurih nan manis ini?

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, jajanan berbalut biji wijen ini banyak disebut-sebut berasal dari Negeri Tirai Bambu, Tiongkok. Dari sejumlah literatur menyebutkan, onde-onde dibawa pedagang atau perantau Tiongkok yang berlabuh ke Nusantara sekitar abad 12. Bahkan, ada beberapa yang mempercayai lebih tua dari itu.

Salah satu sumber menyebutkan onde-onde pasukan Panglima Cengho yang melakukan ekspedisi ke Nusantara. Jajanan tersebut kemudian dikenalkan melalui akulturasi budaya antara pasukan Tiongkok yang menetap di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Menurut Wikipedia, dulunya, onde-onde tak disebut langsung onde-onde, melainkan Jian Ndui. Kue ini popular saat Dinasti Tsang berkuasa. Bahkan menjadi makanan resmi daerah Changan.

Di sana, kue bulat ini disebut Ludei. Perpindahan manusia yang diikuti perpindahan kultur kuliner manusia tersebut menjadikan onde-onde akhirnya tersebar di Indonesia.

Istilah awal Onde-Onde yang berbahasa Tiongkok kemudian mengalami penyesuaian dengan lidah Nusantara. Belum diketahui pasti, sejak kapan onde-onde tercetus sebagai nama jajanan bulat dari tepung ketan. Kue ini berisi kacang hijau yang manis dan gurih. Perpaduan tepung ketan dan kacang hijau amat lekat dengan komoditinya gampang ditemui di Asia.

Oleh karena itu, onde-onde tidak saja dikenal luas di Indonesia. Negara jiran macam Malaysia, Vietnam, hingga Filipina juga mengenal jajanan satu ini.

Di Malaysia sebutannya Kuih Bom. Bedanya, terletak pada isian. Orang Malaysia mengisi kuih bom dengan parutan kelapa yang diberi pemanis. Ada pula yang diisi kacang tanah yang dihaluskan. Atau bahkan kacang merah.

Di Vietnam, jajanan ini dikenal dengan sebutan Banh Cam dan Banh Ram. Isian onde-onde Vietnam ini berupa pasta kacang, kacang hijau, ubi, jamur, bahkan daging cincang.

Untuk Banh Ram, masyarakat Vietnam sebelah utara kerap menambahkan bunga melati kering sehingga aromanya wangi dan kuat. Sedang, orang Filipina biasa menyebut onde-onde dengan istilah Butsi. (fen) Editor : Fendy Hermansyah
#Majapahit #koya onde-onde #onde-onde boliem #Mojopahit #sekolah soekarno muda #sekolah ongko loro #trowulan #onde-onde #onde-onde mojokerto