JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Fenomena konsumsi konten pendek seperti TikTok, Reels, dan Shorts membuat pengguna internet terbiasa menerima informasi dalam format dan durasi yang singkat.
Di tengah fenomena tersebut, penikmat konten format panjang memiliki tempat tersendiri. Salah satunya adalah podcast yang hadir dengan format konten dengan durasi yang lebih panjang.
Baca Juga: iPhone Duo Sedot Perhatian Warganet, Apa Saja Keunggulannya?
Podcast (iPod & broadcast) merupakan konten audio atau video digital yang disebarkan melalui internet dan dapat dinikmati kapan saja (on-demand). Podcast memberikan kebebasan pada audiensnya untuk memilih topik sesuai preferensi mereka masing-masing.
Podcast hadir sebagai ruang untuk percakapan yang panjang dan mendalam. Biasanya, host dan narasumber membangun pembahasan secara bertahap dan berkembang, tidak langsung menuju inti. Narasumber bisa membagikan cerita, pengalaman, bahkan pendapatnya dari berbagai sudut pandang terhadap topik yang dibahas.
Di tengah maraknya konten pendek, banyak orang yang masih mau mendengarkan konten dengan durasi yang panjang karena biasanya podcast digunakan untuk menemani melakukan aktivitas lain seperti olahraga, perjalanan, pekerjaan rumah, hingga sekadar bersantai.
Topik yang dibawakan pun biasanya memang membutuhkan pembahasan yang lebih mendalam, misalnya tentang budaya, isu/fenomena sosial, informasi dan pendidikan, karier, pengalaman, dan lain-lain.
Daya tarik lain dari podcast berada pada pembawaan dan formatnya. Banyak podcast saat ini memiliki percakapan yang natural, flow yang mengalir berupa diskusi, bahkan obrolan santai seperti tongkrongan diselingi humor, sehingga audiens merasa tergabung di dalamnya.
Podcast dan tren konten pendek tidak selalu berlawanan. Banyak potongan-potongan podcast yang diunggah ulang oleh clippers di media sosial sehingga menjadi video format pendek. Bagian yang dipotong dan diunggah ulang biasanya bagian yang menarik, inti, maupun hook dari podcast tersebut.
Klip-klip tersebut biasanya digunakan untuk menarik audiens baru sehingga konten pendek di sini berfungsi sebagai pintu masuk menuju podcast dengan durasi yang lebih panjang. Klip tersebut berguna untuk memperluas jangkauan podcast.
Podcast sendiri semakin umum ditemukan. Sebelumnya, podcast identik berupa audio dan banyak ditemukan di platform berbasis audio seperti Spotify. Sekarang, banyak konten kreator membuat format podcast menjadi bentuk video panjang dengan durasi setidaknya 30 menit dan diunggah ke YouTube.
Baca Juga: Cerdas Beropini, Dewasa Bersikap
Fenomena ini menunjukkan bahwa populernya konten pendek tidak selalu menghilangkan minat terhadap konten panjang. Beda format konten biasanya memiliki target audiens yang berbeda pula.
Setiap format memenuhi kebutuhan yang berbeda tergantung preferensi audiens saat itu, sehingga popularitas konten pendek dan podcast bisa berjalan bersamaan. NAVA
Editor : Imron Arlado