KARNAVAL sound horeg tak lagi sekadar panggung adu dentuman bas dan tata cahaya megah. Fenomena budaya pop khas daerah ini telah bertransformasi menjadi ajang unjuk gaya bagi para pencinta dan penontonnya. Di tengah hiruk-pikuk pertunjukan, muncul gaya berbusana unik dari para pengunjung-khususnya wanita-yang memadukan unsur fungsi, kenyamanan, serta ekspresi diri yang berani.
Berada di ruang terbuka hingga larut malam membuat banyak penikmat karnaval memilih celana cargo. Selain memberikan kesan tactical dan edgy, celana ini sangat praktis karena memiliki banyak kantong untuk menyimpan barang esensial seperti ponsel, dompet, hingga earplug.
’’Berani tampil beda itu maksudnya beda dari keseharian karena menyesuaikan kebutuhan dan fungsi,’’ ungkap Aqila, warga Desa Medali, Kecamatan Puri.
Tidak sekadar casual, banyak pula penikmat musik yang tampil dengan gaya streetwear. Kaus oversized dengan desain sablon ilustrasi kustom berlogo komunitas sound bercetak tebal kerap dipadukan dengan celana pendek atau jeans berpotongan longgar. Kombinasi ini memberikan kebebasan bergerak saat menikmati dentuman musik.
Variasi lain seperti jaket windbreaker atau jaket varsity juga menjadi penyelamat gaya saat udara malam mulai dingin. ’’Karena sampai malam, suhu udara menjadi dingin, jadi perlu pakaian yang tebal dan longgar. Pilihan warna-warnanya juga cerah agar tetap menonjol di tengah kerumunan dan sorotan lampu karnaval,’’ imbuhnya.
Untuk menambah kesan futuristis, kacamata hitam kerap dijadikan pelengkap visual. Aksesori ini tak hanya mempercantik penampilan, tetapi juga berfungsi melindungi mata dari debu dan asap pertunjukan di jalanan.
Sementara itu, untuk alas kaki, kenyamanan menjadi kunci utama dalam menikmati festival jalanan ini. Sneakers dengan sol tebal atau sepatu boot berbahan kulit maupun sintetis menjadi pilihan favorit. ’’Sebab, lebih tahan banting di medan tanah maupun aspal,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto