Senam yoga di tempat terbuka atau outdoor tengah menjadi tren. Di Mojokerto, aktivitas gerak badan yang berfokus pada olah pernapasan dan pikiran itu digelar di taman hingga halaman candi. Selain mendapatkan suasana baru, beryoga di area publik dianggap memiliki kelebihan tersendiri dibanding di ruangan tertutup.
SEPERTI yang dirasakan Titin. Perempuan asal Trowulan itu mengaku lebih senang mengikuti kelas yoga di outdoor karena bisa langsung menghirup udara segar. ’’Kalau di indoor rasanya sumpek, apalagi sekarang ini yoga lagi banyak diminati,’’ tuturnya.
Titin rajin beryoga sejak Oktober 2025. Dia bergabung dengan beberapa komunitas dan sanggar yoga yang secara rutin menggelar senam setiap pekan. Karyawan swasta itu ikut yoga dua kali seminggu yang belangsung pagi dan sore. Yoga outdoor yang pernah Titin ikuti antara lain di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Sooko, halaman Pasar Semeru, pelataran kafe, serta area Candi Brahu dan Bajang Ratu di Trowulan.
Peserta kelas yoga yang diikuti Titin berisi antara 30-35 perempuan. Jumlah tersebut biasanya dibatasi saat pertemuan reguler di ruangan tertutup. Ketika yoga digelar secara outdoor, peserta pun punya ruang gerak lebih leluasa. ’’Kalau di ruangan dibatasi, karena antarpeserta harus ada jarak. Supaya kalau tangannya terentang tidak bersentuhan,’’ imbuhnya.
Titin merasa yoga adalah olahraga paling tepat untuknya yang kini telah berusia 40 tahun lebih. Melalui senam yoga, dirinya tak hanya berlatih mengolah gerak tubuh, tapi juga pernapasan dan pikiran. Manfaat yang didapatkan tak hanya sehat. Titin mengaku emosinya secara lebih tertata dan memiliki tidur berkualitas semenjak beryoga. ’’Kalau seminggu tidak ikut sekali saja, rasanya tidak enak di badan,’’ ucapnya disambung tawa. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah