Membuat busana dengan bahan daur ulang menjadi salah satu cara mengajak anak mencintai lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas. Dengan menampilkan busana hasil kreasi mereka di ajang fashion show, kepercayaan diri anak juga bisa terlatih.
HAL itulah yang tercermin dalam lomba fesyen daur ulang Gebyar PAUD Ceria 2026 di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, Kamis (4/6) lalu. sebanyak 36 siswa TK dan RA se-Kabupaten Mojokerto tampil mewakili sekolah masing-masing. Mereka mengenakan busana hasil daur ulang koran yang dipamerkan dalam panggung catwalk.
Ajang peragaan busana tersebut sukses menyita perhatian penonton lantaran busana yang ditunjukkan begitu beragam. Anak-anak belia itu membawakan busana yang dikreasi sedemikian kreatif dengan aneka corak dan ornamen yang menawan.
Salah satunya seperti yang ditampilkan Jasmine Salsabilla Syafiqa. Siswa berusia 5 tahun itu meraih juara 1 setelah tampil dengan percaya diri mewakili sekolahnya, TK Al-Akbar, Desa/Kecamatan Bangsal. Terinspirasi dari keanggunan sosok ratu Kerajaan Majapahit Tribhuwana Tunggadewi, Jasmine membawakan gaun berwarna keemasan yang dilengkapi aksesori monte dan pernak-pernik lainnya.
’’Untuk dasaran kami bikinnya dari kain dulu supaya kuat, baru kami tempeli dengan kertas koran, lalu kami tata sedemikian rupa. Prosesnya empat hari,’’ kata ibunda Jasmine, Nimas Ayudya Resnacyntya, 29, kemarin (13/6).
Tak sekadar asal jadi, kostum terbaik berdasarkan penilaian juri itu juga memiliki keunikan tersendiri. Adalah miniatur Candi Brahu yang terpasang di bagian ekor gaun yang dikenakan Jasmine.
Replika situs bersejarah peninggalan Majapahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan itu, dibuat dari kardus yang dilapisi cat lalu dipasang pada bagian gaun yang menjuntai di lantai. ’’Inspirasi kami dari kostum yang dikenakan perwakilan Indonesia di kontes Miss Grand International 2017,’’ tutur perempuan yang berdomisili di Mojosari tersebut.
Bukan hanya busananya yang menawan, penampilan ciamik Jasmine juga menjadi penentu penilaian juri. Anak pertama dari dua bersaudara itu dengan percaya diri berlanggak-lenggok di red carpet layaknya model profesional. Melalui ekspresinya, perempuan belia itu mampu merepresentasikan tema gaun yang dikenakan. ’’Jadi selain kreativitas dalam membuat kostum, tapi kemampuan catwalk saat fashion show juga sangat menentukan,’’ ucap Nimas. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah