Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Rahasia Lapisan Aroma Parfum: Mengenal Top, Middle, dan Base Notes

Imron Arlado • Rabu, 20 Mei 2026 | 18:02 WIB
Ilustrasi parfum (Sumber: Nico Franz/Pixabay)
Ilustrasi parfum (Sumber: Nico Franz/Pixabay)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Parfum menjadi salah satu barang penting bagi banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu menyamarkan bau badan sekaligus meningkatkan rasa percaya diri, parfum juga dikenal mampu memberikan efek relaksasi melalui aroma wangi yang menenangkan.

Dilansir dari berbagai sumber, parfum sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu dan berasal dari istilah Latin per fumus yang memiliki arti “melalui asap”. Pada awalnya, wewangian digunakan dalam bentuk dupa untuk keperluan ritual keagamaan di Mesopotamia dan Mesir Kuno. Seiring waktu, parfum mulai dipakai untuk kebutuhan pribadi dan berkembang menjadi simbol gaya hidup.

Perkembangan parfum semakin pesat setelah teknik penyulingan diperkenalkan oleh ilmuwan Arab dan kemudian populer di Eropa, terutama Prancis. Kemudian, pada abad ke-19, kemajuan teknologi kimia membuat parfum memiliki aroma yang lebih kompleks dengan campuran bahan alami dan sintetis. Kini, parfum tidak hanya berfungsi sebagai pengharum tubuh, tetapi juga menjadi bagian dari identitas dan penunjang rasa percaya diri seseorang.

Baca Juga: Biar Lebih Mantap, Lakukan Optimalisasi Whatsapp Marketing dengan Segmentasi dan Personalisasi

Ternyata, parfum juga memiliki berbagai istilah untuk menggambarkan karakter aromanya. Salah satu yang cukup populer adalah top notes, middle notes, dan base notes yang dikenal sebagai piramida parfum. Ketiga lapisan ini memiliki peran berbeda dalam membentuk aroma parfum sejak pertama disemprotkan hingga wanginya memudar.

Top notes, middle notes, dan base notes merupakan tiga lapisan utama dalam struktur parfum yang saling bekerja membentuk karakter aroma secara utuh. Top notes adalah aroma pertama yang langsung tercium saat parfum disemprotkan. Wangi pada lapisan ini biasanya terasa ringan, segar, dan cepat menguap, sehingga hanya bertahan beberapa menit pertama. Aroma citrus, buah-buahan, atau herbal sering digunakan pada bagian ini karena mampu memberikan kesan awal yang menarik dan menyegarkan.

Setelah aroma awal memudar, muncul middle notes atau heart notes yang menjadi inti dari sebuah parfum. Lapisan ini memiliki peran penting karena paling menggambarkan karakter utama parfum.

Baca Juga: BPJS Kesehatan Cabang Mojokerto Ajak Siswa SMA Cek Kesehatan sejak Dini

Aroma middle notes cenderung lebih lembut, seimbang, dan bertahan lebih lama dibanding top notes. Wewangian floral, rempah, maupun herbal sering digunakan pada middle notes untuk menciptakan kesan hangat dan lebih mendalam.

Sementara itu, base notes merupakan lapisan terakhir yang muncul setelah middle notes mulai menghilang. Aroma ini memiliki karakter paling kuat dan tahan lama karena tersusun dari molekul yang lebih berat.

Base notes berfungsi memberikan kedalaman sekaligus menjaga aroma parfum tetap bertahan di kulit dalam waktu lama. Jenis aroma yang umum digunakan pada lapisan ini antara lain vanilla, musk, amber, sandalwood, dan patchouli yang memberikan kesan hangat, elegan, serta menjadi identitas akhir dari sebuah parfum.

Dengan memahami piramida parfum, seseorang bisa lebih mudah menentukan jenis aroma yang sesuai dengan karakter dan kebutuhannya. Hal ini juga membantu dalam memilih parfum yang nyaman digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#pengertian parfum #parfum bertahan seharian #sejarah #parfum