ADAT Jawa kontemporer kini banyak dipilih sebagai gaya busana pernikahan anak muda. Konsep fesyen ini memadukan unsur tradisional seperti kebaya, beskap, batik, hingga sanggul dengan sentuhan modern yang lebih simpel dan elegan.
Perpaduan tersebut membuat tampilan pengantin tetap kental nuansa budaya, namun tetap relevan dengan tren masa kini. Tak heran jika konsep adat modern ini semakin diminati, baik untuk akad, resepsi, hingga sesi prewedding.
Praktisi make up artist (MUA) Desy Yobel menjelaskan, busana Jawa kontemporer digemari karena menjadi titik temu antara adat istiadat dan perkembangan zaman. Keinginan orang tua yang ingin mempertahankan tradisi dipadukan dengan selera anak muda yang lebih menyukai gaya modern dan fleksibel.
’’Jadi busana adat Jawa tertentu bisa di-mixing dengan atribut tertentu. Sekarang trennya nggak yang benar-benar saklek seperti zaman dulu,’’ tuturnya.
Menurut Desy, modifikasi dalam busana Jawa kontemporer bukan berarti menghilangkan unsur tradisional. Justru nilai budaya tetap dipertahankan melalui detail-detail khas adat yang masih digunakan.
Pada busana pengantin perempuan misalnya, kebaya dibuat dengan potongan lebih modern dan menyesuaikan bentuk tubuh. Namun tetap dipadukan dengan ronce melati, paes, maupun sanggul khas Jawa. Begitu juga pengantin pria yang mulai banyak memakai beskap dengan desain lebih simpel namun tetap elegan.
’’Ini mempertemukan dua kemauan, antara orang tua dan anak. Dan sekarang memang benar-benar sedang diminati, terutama untuk prewedding,’’ ucapnya.
Selain memberi kesan elegan, konsep Jawa kontemporer juga dinilai lebih praktis dan nyaman digunakan. Pilihan warna-warna soft seperti ivory, nude, cokelat muda, hingga gold turut memperkuat kesan classy tanpa meninggalkan identitas budaya Jawa yang anggun dan berwibawa. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah