Berbagai brand lokal terus bermunculan di Mojokerto. Produk yang dihasilkan beragam dari sepatu, pakaian, hingga parfum. Selain mengandalkan pasar online, sebagian dari mereka juga tekun mempromosikan mereknya secara konvensional.
NAMA-nama sepatu lokal seperti MJC Indonesia asal Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto dan Awake di Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, tentu sudah tak asing di telinga. Jenama layaknya Sanagex (sepatu), Mydebz (batik), hingga Famoo (parfum) pun bisa menjadi contoh produk buatan Mojokerto yang belakangan sedang naik daun.
Aneka jenis brand lokal itu memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama telah memiliki merek dagang dengan legalitas yang lengkap. Para pemilik usaha juga teruji mampu mengkambangkan produknya dengan memanfaatkan pasar online dan offline secara maksimal. ’’Kami sering bikin promo dan produk kami bisa bersaing dengan brand besar dengan harga jauh lebih terjangkau,’’ kata Sofri, pemilik Awake Footwear, kemarin.
Mempromosikan produk menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha yang mengangkat merek lokal. Selain sering mengadakan promosi khusus, mereka juga memanfaatkan setiap kesempatan dari swasta dan fasilitasi yang diberikan pemerintah daerah agar produknya semakin dikenal masyarakat luas.
Bahkan, tak jarang di antaranya masih melakukan cara-cara konvensional dengan menjajakan produk secara door to door. Seperti yang dilakukan tim Nayos Parfume, brand parfum lokal asal Desa Mlirip, Kecamatan Jetis. Strategi yang saat ini sedang mereka gencarkan yakni menawarkan produk kepada anak-anak muda di warkop dan cafe. Cara itu dilakukan sambil memberi layanan konsultasi parfum yang cocok sesuai preferensi pelanggan. ’’Toko online ada, tapi tetap mengutamakan cara langsung,” kata Choirul, salah satu personel Nayos, kemarin.
Pendamping UMKM Disperindag Kabupaten Mojokerto Muhamad Amin mengatakan, eksistensi produk lokal terus mengalami perkembangan. Jenisnya pun semakin beragam, meski merek sepatu masih menjadi yang paling dominan. ’’Komoditas sepatu yang paling banyak, seperti MJC Indonesia itu penjualannya sudah meledak kurang lebih bisa 10 ribu pasang per bulan,’’ tuturnya, kemarin.
Menurutnya, hingga kini setidaknya terdapat tiga kecamatan yang menjadi sentra penghasil sepatu, yaitu Puri, Sooko, dan Trowulan dengan jumlah produsen mencapai ribuan. Selain alas kaki, produk UMKM seperti jajanan pentol juga laris manis. Adapun jenama parfum, lanjutnya, mulai bermunculan sejak setahun terakhir. ’’Yang berpotensi dan bisa jadi brand lokal unggulan itu sekarang ada konveksi, khususnya pakaian seragam sekolah,’’ tandasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah