Awalnya, pegawai negeri sipil yang tahun ini akan purna tugas ini hanya menikmati proses memilih dan mengoleksi sepatu hasil thrifting. Namun, banyaknya pertanyaan dari teman dan pengguna media sosial soal sepatu yang ia miliki memunculkan ide baru. ’’Banyak yang tanya, akhirnya kepikiran, kenapa tidak sekalian dijual,’’ ujarnya.
Ia pun mulai serius. Roul belajar kulakan, memilah kualitas sepatu, hingga memahami pasar. Media sosial menjadi pintu utama. Mulai dari Facebook, kemudian merambah Shopee, hingga kini TikTok menjadi lapak yang paling ramai. Penjualan juga didukung lewat WhatsApp Story, dengan konsep sederhana. ’’Ini ibaratnya iseng-iseng berhadiah,’’ ujar pria berkacamata ini.
Menariknya, usaha ini dirintis beriringan dengan aktivitas utama Roul yang sebentar lagi memasuki masa purna tugas. Mei mendatang, ia dijadwalkan pensiun. Namun, alih-alih memperlambat aktivitas, Roul justru menyiapkan langkah baru.
Selain tetap mengelola usaha sepatu, Roul berencana mengembangkan bimbingan belajar khusus persiapan masuk TNI, Polri, dan sekolah kedinasan. Ia juga akan fokus mengelola pelatihan dan diklat, terutama di bidang kepemimpinan dan public speaking. ’’Biar masa pensiun tetap aktif dan produktif,’’ tuturnya.
Bagi Roul, perjalanan ini bukan sekadar modal uang, melainkan keuletan, jaringan teman dan kolega, serta keberanian mencoba. Prosesnya memang tidak instan. ’’Hasilnya ya, cokot-cokot alot-lah,’’ timpal pegawai di Bakesbangpol Kabupaten Mojokerto ini.
Roul Amrulloh menekuni hobi dengan pemanfaatan media sosial, bisa berubah menjadi peluang usaha. Bahkan menjadi bekal menyongsong masa pensiun yang lebih aktif dan bermakna. (fen)
Editor : Fendy Hermansyah