Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cara Baru Orang Dewasa Menghilangkan Stres, Inilah Fenomena Kidulting yang Jadi Tren Global

Imron Arlado • Rabu, 12 November 2025 | 01:50 WIB
Fenomena kidulting dikalangan orang dewasa
Fenomena kidulting dikalangan orang dewasa

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di tengah kesibukan dan tekanan hidup menjadi orang dewasa, muncul satu tren unik yang kini banyak diminati, terutama di kalangan Gen Z dan Milenial. Saat ini tren membeli mainan seperti boneka labubu, action figure, atau boneka edisi terbatas seing kali ditemui khususnya pada Gen Z dan Milenial yang rata-rata sudah berusia 20 tahun keatas.

Istilah ini disebut kidulting, yang berasal dari kata kid dan adult. Menggambarkan orang dewasa yang menikmati aktivitas atau barang-barang yang identik dengan anak-anak, seperti membeli mainan, menonton kartun, atau mengoleksi action figure. Fenomena ini menunjukkan bahwa mainan bukan hanya sekedar simbol masa lalu, tetapi juga salah satu cara untuk menenangkan pikiran, melepaskan stress, serta kembali merasakan kebahagiaan sederhana di tengah rutinitas yang melelahkan bagi sebagian orang dewasa.

Tren ini bahkan menjadi salah satu bentuk self-expression atau cara seseorang menunjukkan kepribadian dan hal yang mereka sukai tanpa harus memikirkan penilaian dari orang lain.

 

 

Dilansir dari India Today pada Selasa (3/6/2025), kidulting ini merupakan istiah yang sudah ada sejak tahun 1980 dan pertama kali muncul di majalah Times pada 11 Agustus 1985 dalam artikel “Coming Soon : TV’s New Boy Network.”

Pada saat itu, istilah kidulting ini memiliki 2 makna, yang pertama yaitu seorang anak yang berpura-pura dewasa, dan yang kedua orang dewasa yang memiliki sifat kekanak-kanakan.

Namun, makna lainnya berbeda, seperti yang dipahami saat ini yang merujuk pada fenomena sosial orang dewasa yang tumbuh bersenang-senang dengan kenangan dan hal-hal yang menyenangkan dari masa anak-anak.

Direkturr Eksekutif Circana Melissa Symonds juga menjelaskan bahwa pandemi COVID-19 juga ikut memainkan peran penting dalam meningkatkan budaya kidulting ini. Beberapa nama yang terbukti mampu memanfaatkan fenomena ini diantaranya LEGO, Mattel, Pokemon, Marvel, DC, dan beberapa perusahaan anime terkenal.

 

 

Kidulting juga semakin meningkat karena kondisi orang dewasa khususnya di kalangan Gen Z dan Milenial yang kini telah mempunyai pemasukan yang mempu mendanai hal-hal yang mungkin tidak bisa mereka dapatkan saat masih anak-anak, sehingga hal ini tidak bisa lagi dihindarkan.

Menurut sejumlah psikolog, fenomena ini bisa dianggap sebagai bentuk healing dari tekanan dunia kerja dan kehidupan sosial yang kompetitif.

Kini, kidulting bahkan berkembang menjadi tren gaya hidup dan lading bisnis baru. Banyak brand yang merilis produk nostalgia untuk pasar dewasa, mulai dari mainan edisi terbatas hingga kafe bertemakan karakter kartun di masa kecil.

 

 

Hal ini membuktikan bahwa inner child bukan sekedar konsep emosional, tetapi juga bagian dari budaya populer modern.

Fenomena kidulting mengajarkan bahwa dewasa tidak berarti harus kehilangan keceriaan di masa kecil. Di balik tanggung jawab yang besar dan jadwal yang padat, masih ada ruang untuk tertawa, bermain, dan menikmati hal-hal kecil yang membuat hidup terasa ringan.

Natasia Reyna

Editor : Imron Arlado
#Stress #Kidulting #milenial #anak anak #action figure #dewasa #Gen Z #Labubu