JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Lagu “Espresso” dari Sabrina Carpenter sukses mendapat perhatian publik dengan lirik yang catchy dan nuansa musim panas yang ringan.
Namun, di balik iramanya yang santai, lagu ini ternyata menyimpan makna slang yang cukup menarik.
Kata “espresso” di sini ternyata bukan sekedar minuman berkafein, melainkan metafora untuk rasa percaya diri, pesona, dan energi yang membuat seseorang ‘tidak bisa dilupakan’.
Dengan gaya khas Sabrina yang playful dan penuh percaya diri, “Espresso” menggambarkan perempuan yang tahu nilainya sendiri dan tidak ragu untuk menonjolkan pesonanya, hal ini merupakan sesuatu yang sangat relate dengan gaya Gen Z saat ini.
Sabrina Carpenter menggunakan “espresso” sebagai simbol rasa percaya diri dan pesonanya yang kuat.
Dalam wawancaranya, ia bahkan menyebutkan bahwa lagu ini sebagai “confidence anthem” untuk siapa pun yang ingin tampil berani dan unapologetic.
Beberapa lirik seperti “I cant relate to desperation” dan “I’m working late ‘cause I’m a singer” menunjukkan karakter perempuan yang mengetahui nilai dirinya.
Ia juga tidak menunggu validasi dari siapapun atas dirinya, tetapi tetap bisa bersikap santai, fun, dan witty.
Selain itu, kata “espresso” disini bisa diartikan sebagai slang untuk vibe yang intens dan menyegarkan, seperti seseorang yang membuat hari orang lain jadi lebih hidup.
Dengan irama yang pop tapi tetap memiliki sentuhan groovy, lagu ini mengajak pendengar buat embracing their charm tanpa takut disebut “too much”.
Popularitas lagu ini semakin meluas melalui TikTok, dan sudah digunakan dalam ribuan video dengan tema confidence dan self-love.
Dari fashion content sampai dance challenge, “Espresso” berhasil jadi simbol baru dari energi Gen Z yang penuh gaya, humor, dan keberanian jadi diri sendiri.
Lagu ini bukan hanya sekedar tentang percaya diri, tetapi juga tentang bagaimana seseorang bisa menikmati hidup tanpa merasa bersalah karena menjadi dirinya sendiri.
Di dalam dunia yang seringkali menuntut kesempurnaan, “espresso” hadir sebagai bentuk pengingat bahwa menjadi versi terbaik dari diri sendiri tidak harus menjadi sempurna, cukup menjadi diri sendiri yang autentik dan berani untuk menunjukkan warna kita yang sebenarnya.
“Espresso” memberi ruang untuk percaya bahwa keunikan kita adalah daya tarik yang paling kuat.
Seperti espresso yang kecil tapi memiliki rasa yang kuat, lagu ini menjadi simbol bahwa hal-hal sederhana seperti percaya diri, humor, dan keberanian bisa meninggalkan kesan yang mendalam.
Natasia Reyna/Devi
Editor : Imron Arlado