Event Scooter Harmoni Nusantara (SHN) sukses digelar Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM), kemarin (25/10). Riding yang diikuti ratusan peserta, baik dari dalam Mojokerto maupun luar kota ini bahkan mampu menggaet daya tarik wisatawan. Start dari kawasan wisata religi Makam Troloyo, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, riding tersebut diberangkatkan langsung oleh Bupati Muhammad Albarraa atau Gus Bupati.
Para peserta mulai menyusuri rute yang telah ditentukan. Antara lain, melintasi wilayah Kecamatan Jatirejo, Gondang, Dlanggu, Kutorejo, dan Mojosari. Sebelumnya, peserta juga sempat mengikuti agenda heritage tour ke Candi Bajang Ratu untuk menikmati wisata sejarah peninggalan Kerajaan Majapahit. Setibanya di garis finis, Stadion Gajah Mada Mojosari, para peserta lantas disambut dengan iringan musik akustik.
Tak hanya itu, peserta SHN juga diajak melestarikan alam dan menjaga lingkungan dengan melakukan penanaman pohon di kawasan Stadion Gajah Mada. Secara simbolis, penanaman pohon ini dilakukan Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh, Direktur JPRM M. Nur Kholis, Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Ardi Sepdianto, dan perwakilan komunitas Vespa. Di sisi lain, karena event tersebut untuk memperingati Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda 2025, para peserta juga diajak membacakan ikrar Sumpah Pemuda dan ikrar Santri Indonesia.
Direktur JPRM M. Nur Kholis menyatakan, event ini tak sekadar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional. Namun, juga menjadi momen penggerak ekonomi dan pariwisata di bumi Majapahit. ”Kita tidak hanya sekadar jalan melewati rute, tapi momen ini juga bisa menjadi langkah mempromosikan pariwisata di Kabupaten Mojokerto,” katanya. Nur Kholis berharap, ke depan event serupa akan digelar setiap tahun. Tentunya, lanjut dia, dengan persiapan yang lebih matang dan baik. ”Karena sejatinya filosofi skuter ini sendiri merupakan kekompakan dan solidaritas yang saya rasa sangat pas dengan momen kali ini,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Ayni Zuroh menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinggi kepada JPRM karena telah membersamai para peserta dalam momen tersebut. Zuroh menegaskan, mesin skuter yang dinyalakan layaknya semangat kesatuan merayakan keberagaman. ”Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Santri Nasional, momentum ini mengingatkan, Indonesia lahir dari semangat kebersamaan lintas suku agama dan budaya. Kata harmonis sendiri bisa memiliki makna keselarasan keseimbangan menyatukan perbedaan,” tuturnya.
Di sisi lain, riding skuter ini mencerminkan kebersamaan peserta. Melalui semangat itulah, lanjut dia, masyarakat di Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat saling menghormati dan menjaga satu sama lain. ”Semangat itulah yang akan kita bangun di Kabupaten Mojokerto. Harmoni tidak hanya sekadar membangun kedamaian, tapi dalam hal membangun sinergi untuk membangun Kabupaten Mojokerto,” paparnya.
Dia menambahkan, perjalanan riding skuter dari Makam Troloyo tersebut tidak hanya sekadar touring. Melainkan sebuah perjalanan dari masa ke masa, yang diharapkan menjadi titik menuju masa depan Kabupaten Mojokerto. ”Stadion Gajah Mada Mojosari ini menjadi simbol semangat baru berkumpulnya semua kalangan. Sehingga, di titik ini kita berharap bisa membangun masa depan Kabupaten Mojokerto, dari sejarah menuju masa depan,” tandasnya.
SHN ini merupakan event rangkaian acara Mlaku Bareng Gus Bupati dan Forkopimda Kabupaten Mojokerto besutan JPRM bersama Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Mojokerto yang digelar pagi ini. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi