Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Asian Squat Gaya Duduk Nyaman bagi Orang Asia, Tapi Sulit bagi yang Lain

Imron Arlado • Jumat, 10 Oktober 2025 | 23:59 WIB
Bagi sebagian besar orang Asia, duduk jongkok dengan kedua kaki menapak penuh di tanah bukanlah hal yang sulit. Sumber Foto: Google
Bagi sebagian besar orang Asia, duduk jongkok dengan kedua kaki menapak penuh di tanah bukanlah hal yang sulit. Sumber Foto: Google

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Bagi sebagian besar orang Asia, duduk jongkok dengan kedua kaki menapak penuh di tanah bukanlah hal yang sulit.

Posisi ini dikenal dengan istilah Asian Squat, gaya duduk di mana seseorang menurunkan tubuh hingga tumit tetap menyentuh lantai, punggung tegak, dan lutut menekuk penuh.

Meski tampak sederhana, posisi ini ternyata menjadi fenomena budaya yang menarik perhatian dunia, karena tidak semua orang terutama dari negara Barat  mampu melakukannya dengan mudah.

Di banyak negara Asia seperti Indonesia, China, Jepang, Korea, hingga India, posisi jongkok penuh sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sejak kecil.

Anak-anak di Asia terbiasa jongkok ketika bermain, makan di warung kaki lima, menunggu kendaraan umum, hingga saat bekerja di ladang.

Bahkan di beberapa tempat, toilet jongkok masih digunakan secara luas, sehingga masyarakat terbiasa mempertahankan postur ini dalam kesehariannya.

Sebaliknya, masyarakat Barat cenderung jarang menggunakan posisi ini. Sejak kecil mereka lebih sering duduk di kursi, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja.

 

Baca Juga: Lambat Ditangani, Pohon Tumbang Tutup Aliran Sungai Sadar Kota Mojokerto, Begini Penyebabnya!

 

Karena itu, tubuh mereka tidak terbiasa menahan beban di posisi jongkok penuh, terutama pada bagian pergelangan kaki dan pinggul.

Akibatnya, banyak orang Barat yang kehilangan fleksibilitas untuk melakukan Asian Squat tanpa kehilangan keseimbangan atau mengangkat tumit dari lantai.

Meski sering dianggap sebagai perbedaan budaya semata, kemampuan melakukan Asian Squat juga dipengaruhi oleh faktor anatomi dan kebiasaan otot.

Posisi ini membutuhkan kombinasi kekuatan dan kelenturan di bagian pergelangan kaki, sendi pinggul, dan otot paha bagian depan.

Orang yang jarang melatih bagian tubuh ini akan kesulitan untuk jongkok sempurna tanpa rasa sakit atau kehilangan keseimbangan. Selain itu, struktur anatomi tubuh setiap orang berbeda.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan panjang tulang kaki serta sendi pergelangan turut mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan Asian Squat.

Jadi, bukan hanya soal kebiasaan, tetapi juga tentang kemampuan alami tubuh untuk beradaptasi dengan posisi tersebut.

Di balik kesederhanaannya, posisi Asian Squat ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Posisi ini membantu melatih keseimbangan tubuh, memperkuat otot kaki, dan meningkatkan kelenturan sendi.

Dalam dunia kebugaran, posisi jongkok penuh bahkan sering direkomendasikan untuk memperbaiki postur tubuh serta menjaga kesehatan tulang belakang dan panggul.

Selain itu, dalam konteks pencernaan, posisi jongkok juga dianggap lebih alami. Itulah mengapa banyak ahli percaya bahwa toilet jongkok memberikan posisi tubuh yang lebih baik untuk proses buang air besar dibandingkan toilet duduk.

Di beberapa budaya Asia, hal ini sudah menjadi pengetahuan turun-temurun yang dipegang hingga kini.

 

Baca Juga: Ratusan Rumah Rusak, Satu Warga Tertimpa Bangunan

 

Lebih dari sekadar posisi duduk, Asian Squat juga mencerminkan cara hidup dan nilai-nilai budaya masyarakat Asia.

Posisi ini menunjukkan kedekatan orang Asia dengan alam dan kesederhanaan. Dalam banyak situasi, duduk di lantai atau jongkok dianggap wajar dan bahkan sopan, terutama dalam interaksi sehari-hari atau saat bekerja di lapangan.

Namun, di tengah modernisasi dan gaya hidup serba cepat, kebiasaan ini perlahan mulai berkurang.

Generasi muda di perkotaan kini lebih sering duduk di kursi atau sofa, mengikuti gaya hidup Barat.

Akibatnya, kemampuan untuk melakukan Asian Squat pun mulai jarang ditemukan, bahkan di kalangan masyarakat Asia sendiri.

Asian Squat bukan sekadar posisi duduk, melainkan simbol dari perbedaan budaya, kebiasaan hidup, dan kemampuan tubuh manusia beradaptasi.

Bagi banyak orang Asia, posisi ini terasa alami dan nyaman karena menjadi bagian dari kehidupan sejak kecil.

Namun bagi mereka yang tumbuh dalam budaya yang berbeda, Asian Squat bisa menjadi tantangan besar bagi tubuh.

NIYA/Wulandari

Editor : Imron Arlado
#nilai budaya masyarakat Asia #Asian squat #Lifestyle #gaya hidup #gaya duduk #posisi jongkok penuh #Budaya Asia