Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tren Batik di Tengah Kalangan Remaja, Kontemporer dan Modern

Martda Vadetya • Minggu, 5 Oktober 2025 | 15:15 WIB

 

 

Photo
Photo

HARI batik nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Salah satu karya seni tradisional ini telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda khas Indonesia. Beragam inovasi terus ditelurkan para perajin batik untuk dikembangkan di era modern saat ini. Bahkan, kini mulai diganderungi kalangan remaja dan milenial. 

Seperti yang diterapkn Batik Cempaka. Batik tradisional motif kawung maupun parang yang erat kaitannya dengan pakem terikat, dipadupadankan dengan corak khas Majapahitan. Mulai dari surya Majapahit, kapal Majapahit, hingga rumah Majapahit.

 ”Jadi, kita kombinasikan dengan motif Majapahitan yang kekinian. Selain kita mengusung kearifan lokal Majapahit, juga supaya pembeli bisa mendapat suasana yang baru,” ujar Sri Mujiatim, owner Batik Cempaka. Teknik pembuatan batik tulis dan cap disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Pun begitu dengan pewarnaan yang menyesuaikan perkembangan zaman. Sebab, batik saat ini tak hanya digunakan sebagai bahan pakaian formal atau kantoran, melainkan juga untuk kebutuhan fashion

”Kita juga pakai pewarnaan kontemporer. Warna soft seperti terakota atau sogan kita pakai pewarnaan alami, kalau warna cerah kita pakai sintetis,” ungkap perajin batik asal Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, ini. Hal serupa dilakukan Hindun, perajin batik asal Lingkungan Keboan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto.

 Hindun bahkan memiliki tujuh motif khas Majapahitan yang kerap dilirik pelanggan hingga desainer busana. Seluruhnya tampak selaras saat dikombinasikan dengan beragam motif batik tradisional. ”Untuk Majapahitan kita ada motif sulur cempaka, surya Majapahit, srikandi atau taman kota,” sebutnya. Praktis, karya batik khas Mojokerto ini tidak hanya dilirik pelanggan dari luar pulau, bahkan hingga luar negeri. 

Seperti Thiland, Jepang, Vietnam, hingga Amerika. Karya para perajin ini pun dipasarkan melalui berbagai platform marketplace. ”Produk kita juga banyak dibuat suvenir tamu atau pejabat yang berkunjungan kampung Majapahit Bejijong,” tandas Mujiatim. (vad/ris)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#tren anak muda #hari batik nasional #Lifestyle #gaya hidup #tren batik #karya seni bernilai tinggi