Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Minimalisir Limbah dengan Zero Waste Fashion

Martda Vadetya • Minggu, 28 September 2025 | 15:05 WIB
Photo
Photo

SEMENTARA itu, banyaknya limbah hasil industri pakaian belakangan menjadi perhatian banyak pihak. Dari situ, muncul konsep zero waste fashion yang disorong ke para pelaku dunia fesyen. Tujuannya, supaya limbah kain perca bisa diminimalisir atau bahkan ditiadakan sama sekali.

Zero waste fashion menekankan pada rancangan pola pakaian agar tidak menyisakan sisa potongan bahan. Sehingga limbah industri tekstil bisa ditekan seminimal mungkin. ’’Jadi desain busananya nggak banyak cutting-an, sehingga tidak banyak membuang bahan (kain),’’ ujar Dessy Dhalia Sari, perancang busana asal Kota Mojokerto.

Ada sejumlah teknik dari konsep zero waste fashion yang bisa diterapkan para desainer busana. Mulai dari teknik drapping pattern, teknik flat pattern, teknik shibori, dan plotting pola kain. Lebih sering, potongan busana zero waste fashion ini menerapkan ukuran all size. ’’Japanese style seperti baju kimono termasuk zero waste fashion karena tidak curvy dan tidak ada pecah pola,’’ jelasnya.

Kalaupun produksi busana menyisakan kain perca, limbah produksi tekstil ini tetap dapat diolah menjadi produk bermanfaat dan bernilai ekonomis. Seperti dijadikan masker kain, lap, keset, saku baju atau celana, pakaian, hingga selimut.

Praktis, tujuan meminimalisir dan mengurangi limbah industri busana terhadap lingkungan bisa terwujud. ’’Jadi sebenarnya konsep ini sudah dari lama diterapkan, tapi sekarang mulai digaungkan lagi karena banyaknya limbah kain,’’ tandas Dessy. (vad/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#zero waste #Batik Ecoprint Makin Dilirik #Lifestyle #limbah industri batik