Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Fenomena Coffee Shop Culture, Menjadikan Nongkrong sebagai Gaya Hidup Baru ala Gen Z

Imron Arlado • Senin, 8 September 2025 | 00:03 WIB
Fenomena coffee shop culture di kalangan Gen Z
Fenomena coffee shop culture di kalangan Gen Z

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di era sekarang, nongkrong di coffee shop bukan hanya sekedar minum kopi, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Suasana yang estetik, akses Wifi gratis, hingga spot foto  yang instagramable membuat cafe menjadi berkumpul, tempat bekerja, maupun belajar. Tidak heran jika tren coffee shop culture semakin tumbuh pesat dan menjadi simbol identitas sosial di generasi muda saat ini, khususnya para Gen Z.

Fenomena ini tidak lepas dari pengaruh media sosial. Banyak anak muda yang mengabadikan momen nongkrong mereka di Instagram, maupun TikTok, hal ini menjadikan coffee shop sebagai latar belakang konten yang dianggap kekinian. Hal ini juga didorong oleh desain interior yang unik dari kafe itu sendiri, serta tampilan yang menarik yang semakin memperkuat daya tariknya.

 

Baca Juga: Mengulik Sejarah Bangunan Bawah Tanah di Cappadocia, Keajaiban yang Tersembunyi di Perut Bumi Turki

 

Bukan hanya tempat santai, coffee shop kini memiliki banyak fungsi, diantaranya digunakan sebagai ruang kerja yang fleksibel. Banyak anak-anak Gen Z yang memanfaatkan cafe sebagai co-working space, tempat untuk meeting, bertemu klien, dan masih banyak lagi. Hal ini berhubungan erat dengan tren remote working dan freelance yang semakin digandrungi oleh anak muda.

Faktor lainnya yang mendorong tren ini adalah gaya hidup yang estetik. Gen Z dikenal sangat peduli dengan penampilan, serta pengalaman visual, sehingga tempat yang Instagramable dianggap mampu merepresentasikan gaya hidup modern mereka. Tak heran, jika kehadiran coffee shop terus berkembang, bukan hanya di kota-kota besar saja, tetapi juga di kota kecil.

Fenomena coffee shop culture ini pada akhirnya bukan hanya tentang secangkir kopi, melainkan tentang bagaimana cara Gen Z membangun ruang sosialnya sendiri.

Di tengah kesibukan dan kehidupan modern, coffee shop dianggap sebagai tempat pelarian ternyaman, ruang aman (safe space) untuk bertemu teman, berdiskusi, hingga sekedar melepas penat.

Bagi sebagian Gen Z, nongkrong di kafe juga menjadi bagian dari self-expression. Pemilihan tempat ngopi dengan desain interior tertentu juga dianggap mencerminkan kepribadian dan identitas sosial mereka.

 

 

 

Di sisi lain, tren ini juga turut mendorong berkembangnya industri kreatif dan UMKM lokal. Banyak cafe yang kini menyuguhkan konsep yang unik, mulai dari toko buku, ruang seni, hingga studio musik.

Kreativitas ini bukan hanya sekedar menambah daya tarik, tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

 

Baca Juga: Apel di Atas Meja, Buah Biasa dengan Fakta Luar Biasa

 

Tren ini diprediksi akan terus berkembang, seiring dengan kebutuhan generasi muda yang terus akan mencari ruang-ruang publik yang fleksibel, nyaman, dan estetik.

Dengan kata lain, coffee shop kini bukan hanya sekedar tempat nongkrong, melainkan representasi gaya hidup baru ala Gen Z yang erat kaitannya dengan kreativitas, komunitas, dan pencarian identitas.

Natasia Reyna

Editor : Imron Arlado
#freelance #nongkrong #Gen Z #remote working #coffee shop