Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mengulas Fenomena Cottagecore, Gaya Hidup Lebih Dekat dengan Alam yang Digandrungi Generasi Muda

Imron Arlado • Minggu, 7 September 2025 | 23:57 WIB
Fenomena serta tren yang mengalami perubahan paling cepat dari yang lainnya adalah tren gaya hidup dan estetika. Sumber foto: Pinterest
Fenomena serta tren yang mengalami perubahan paling cepat dari yang lainnya adalah tren gaya hidup dan estetika. Sumber foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seiring berjalannya waktu dan seiring berkembangnya generasi, telah banyak tren maupun fenomena yang juga berkembang dan berubah mengikuti zaman.

Fenomena serta tren yang mengalami perubahan paling cepat dari yang lainnya adalah tren gaya hidup dan estetika.

Dari yang mulanya hanya sebatas kebutuhan, kini gaya hidup memiliki peran tambahan yang cukup besar dan penting, yakni menjadi bagian dari identitas seseorang dan sebagai cara seseorang untuk mengekspresikan diri.

Salah satu fenomena gaya hidup yang belakangan ini ramai diperbincangkan oleh generasi muda terutama kalangan Gen Z adalah gaya hidup cottagecore.

Gaya hidup cottagecore sendiri merupakan sebuah estetika gaya hidup yang mengidealkan kehidupan sederhana, tenang, damai, dan lebih dekat dengan alam di pedesaan.

Saat seseorang mendengar atau melihat cottagecore, umumnya mereka akan secara otomatis terbayang rumah kayu kecil dengan kebun bunga yang subur dan pemiliknya yang memakai pakaian longgar bergaya vintage.

Terkadang, orang-orang yang mendengar kata cottagecore juga membayangkan suasana sore yang santai dengan roti hangat sebagai camilan sembari menghabiskan waktu dengan membaca atau menjahit.

Untuk kalangan generasi muda khususnya Gen Z, tren gaya hidup cottagecore ini dinilai sangat menarik karena menunjukkan kontras kuat dengan ritme kehidupan era modern yang sangat cepat.

Alih-alih menawarkan kehidupan yang produktif tanpa henti agar lebih cepat mencapai sesuatu yang diinginkan, gaya hidup cottagecore justru menawarkan suasana hidup dengan ritme yang pelan, tanpa tergesah-gesah, dan estetis.

 

 

Sementara itu, konsep cottagecore mulai muncul sebagai label estetika pada akhir tahun 2010-an di platform media sosial seperti Tumblr dan Pinterest yang kemudian semakin tersebar luas melalui platform Instagram dan TikTok.

Sejak awal kemunculannya, cottagecore bukan hanya sekedar tentang visual gambar dan estetika. Tetapi juga sebagai bentuk respon masyarakat terhadap urbanisasi, stress digital, dan rasa rindu akan ritme kehidupan yang lebih alami dan santai.

Dilihat secara budaya, cottagecore mengadaptasi citra pastoral ala Eropa, seperti ladang, kebun bunga, dan furnitur serba kayu.

Namun, bentuk cottagecore di media sosial lebih menggambarkan rangkaian imaji dan kegiatan kecil yang dapat diikuti oleh semua orang.

Di kalangan Gen Z, cottagecore memiliki daya tarik yang cukup besar sebagai tempat pelarian dari digital burnout dan sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan diri.

Tak hanya itu, nilai lingkungan dan keberlanjutan pada gaya hidup cottagecore yang dipenuhi dengan kegiatan menanam, mengurangi konsumsi, meningkatkan produktivitas, dan memakai barang yang preloved dianggap cukup selaras dengan kepedulian ekologis yang banyak dimiliki kalangan Gen Z.

Aktivitas-aktivitas sederhana seperti membuat teh, berkebun, dan membaca dalam gaya hidup cottagecore ini juga menjadi daya tarik yang cukup kuat untuk para generasi muda karena dianggap sebagai kegiatan yang mampu meminimalisir kecemasan.

 

 

Untuk sebagian orang, gaya hidup cottagecore ini benar-benar ditekuni dan dihidupi. Mereka berkebun, menanam buah sekaligus sayur-sayuran, membuat makanan sendiri, menormalisasi kegiatan recycling atau upcycling, dan mengurangi barang baru.

Gaya hidup ini cenderung menekankan proses atau menikmati pembuatan sesuatu. Bukan hanya menikmati hasilnya saja, tetapi juga menghargai proses dan keterampilan tangannya.

Bagi kalangan generasi muda terutama Gen Z, cottagecore ini bukan sekedar gambar yang cantik. Cottagecore merupakan cara untuk mengekspresikan kerinduan terhadap ritme kehidupan yang lebih santai, mencari kenyamanan mental, dan memperlihatkan nilai-nilai keberlanjutan.

FANEZA/FADYA

Editor : Imron Arlado
#label estetika #Kehidupan Sederhana #generasi muda #pedesaan #vintage #cottagecore #Lifestyle #Gen Z #gaya hidup #ritme kehidupan