JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di era digital ini, banyak sekali muncul istilah- istilah di dalam hubungan modern. Salah satunya adalah kata “Breadcrumbing”.
Apa itu “Breadcrumbing”?
“Breadcrumbing” atau yang bisa dibilang sebagai memberikan perhatian yang tidak konsisten, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang memberikan “remah-remah” perhatian atau harapan palsu kepada orang lain, tanpa adanya niat serius untuk menjalin hubungan yang lebih dalam.
Singkatnya, seseorang terus terusan memberikan harapan tetapi ia tidak memberikan kejelasan pada hubungan tersebut (PHP). Istilah ini muncul dan sering dibicarakan di kalangan anak muda, terutama Gen Z.
Perilaku ini bertujuan menjaga perhatian orang lain tanpa harus berkomitmen dalam sebuah hubungan, baik percintaan maupun pertemanan. Meskipun terdengar sepele, perilaku seperti ini bisa memberikan dampak emosional yang cukup serius bahkan trauma pada korbannya.
Apa Alasan Seseorang melakukan “Breadcrumbing”
Bagi para korban,“breadcrumbing” dapat membuat seseorang merasa bingung, frustasi, overthinking, dan merasa terluka. Perilaku ini juga membuang waktu anda dengan sia-sia.
Karena ketika seseorang yang memberikan “breadcrumbing”, anda mungkin percaya bahwa mereka benar-benar menyukai anda dan ingin membangun hubungan dengan anda. Padahal, kenyataan sebenarnya tidak demikian.
Lantas mengapa seseorang melakukan “breadcrumbing”?
- Tidak mau berkomitmen
Banyak orang merasa komitmen dalam suatu hubungan terlalu berat untuk dijalani. Mereka mungkin merasa tertarik dan menikmati percakapan, tetapi tidak siap untuk menuju hubungan yang berarti. Ini bisa sangat membingungkan jika kamu mencari komitmen jangka panjang di sebuah hubungan.
- Tidak siap melepaskan
Jika mantan pasanganmu yang masih saja mengganggu, itu bisa juga ia sedang melakukan breadcrumbing. Meskipun hubungan sudah berakhir, mereka masih sering mengirimi anda pesan, atau bahkan foto sesekali.
- Merasa kesepian
Seseorang yang memiliki pertemanan yang kurang dan hubungan sehat mungkin lebih merasa mudah mempertahankan beberapa koneksi yang dangkal. Ini menjadi cara mereka untuk memenuhi kebutuhan social tanpa menyadari bahwa hubungan dangkal tidak akan menghilangkan rasa kesepian.
Baca Juga: PPPK Pemkot Mojokerto Tak Gajian Tiga Bulan
Apa Efek Psikologis Dari Seseorang yang Terkena Breadcrumbing?
Seseorang yang terkena breadcrumbing (atau yang biasa disebut breadcrumbee) cenderung memiliki kepuasan hidup yang lebih rendah, tidak percaya diri, dan sering kali merasa kesepian. Seorang breadcrumbee sering berjuang dengan masalah kepercayaan dirinya dan harga diri yang berkurang serta mengalami perasaan tidak aman, cemburu, dan marah.
Bahkan terkadang mereka mempertanyakan dirinya, apakah mereka pantas untuk dicintai?
Hal ini dapat menyebabkan konsekuensi yang lebih parah bagi kesehatan mental dan fisik
Lantas, bagaimana cara menghadapi seseorang yang breadcrumbling?
- Jujur
Lebih baik bertanya dan memastikan apa tujuan hubungan ini, daripada terjebak dengan ketidakpastian dan nantinya akan membuang-buang waktu
- Menghormati diri sendiri
Jangan lupakan dan selalu prioritaskan diri anda sebelum orang lain, jika anda ingin komunikasi yang lebih teratur dan hubungan yang jelas, tegaskan itu.
Tetaplah fokus pada kesejahteraan anda dan carilah hubungan yang memberikan kejelasan dan komitmen.
Baca Juga: Wednesday Season 2 Hadir dengan Misteri Lebih Dalam dan Peran Baru Jenna Ortega sebagai Produser
- Membicarakan tentang hubungan
Ungkapkan apa tujuan hubungan anda dan apa tujuan mereka, cobalah membuka obrolan soal ini agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara kalian berdua
NINA
Editor : Imron Arlado