Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Lebih dari Sekedar Pakaian, Ini Dia Fungsi Lain Pakaian yang Jarang Diketahui!

Imron Arlado • Jumat, 1 Agustus 2025 | 00:52 WIB
Pakaian bukan sekedar kain yang digunakan untuk menutupi bagian privasi tubuh. Pakaian juga digunakan sebagai penanda status sosial. Sumber foto: Pinterest
Pakaian bukan sekedar kain yang digunakan untuk menutupi bagian privasi tubuh. Pakaian juga digunakan sebagai penanda status sosial. Sumber foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Pakaian bukan sekedar kain yang digunakan untuk menutupi bagian privasi tubuh. Sebab sejak ribuan tahun yang lalu pakaian sudah digunakan sebagai bahasa visual atau penanda status sosial dan representasi budaya atau identitas suatu kelompok.

Perkembangan fashion yang konsisten mengikuti perubahan zaman dan kekuasaan dapat dilihat sejak masa peradaban kuno hingga kehidupan modern saat ini.

Meski mengalami ribuan kali perubahan, fungsi dari pakaian tidak pernah berubah sepanjang sejarah. Pakaian tetap berfungsi sebagai pelindung tubuh yang dapat mencerminkan struktur sosial, nilai budaya, kekuasaan, dan perubahan zaman.

Pada zaman kerajaan Majapahit di tahun 1293-1527 masehi, pakaian telah menjadi penanda dan pembeda yang sangat jelas antar kasta serta status sosial.

Para bangsawan mengenakan pakaian yang umumnya disebut dengan busana kebesaran atau mahabhusana wilwatiktapura. Pakaian ini terbuat dari bahan dasar yang berkualitas tinggi dan mahal, seperti sutra atau songket dan identik dengan motif flora maupun fauna yang sakral.

Tak hanya itu, busana para bangsawan Majapahit juga dilengkapi dengan aksesoris perhiasan yang tak kalah berkelas dan berkualitas tinggi. Diantaranya adalah mahkota, sumping, kundala, kalung, upawita, udarabandha, dan berbagai aksesoris lainnya.

Para permaisuri juga mengenakan pakaian dan perhiasan yang sangat mewah dan detail, bahkan tata rias serta tatanan rambutnya pun menjadi simbol prestise atau penanda tingkat kemampuan, prestasi, dan kewibawaan seseorang.

Sementara itu, para abdi kerajaan dan rakyat biasa di luar keluarga bangsawan memakai pakaian yang lebih sederhana seperti kain tenun, kemben yang dipakai dari dada hingga kaki bagi perempuan, serta rompi dan penutup perut sederhana yang dipakai dari perut hingga paha bagi pria.

Semakin lengkap dan mewah pakaian serta aksesoris yang dikenakan, maka akan semakin tinggi pula status seseorang. Hal ini ditegaskan dalam relief candi serta artefak era Hindu Budha di Nusantara.

Tak hanya Majapahit, Jepang juga memiliki busana khusus bernama Kimono yang menjadi lambang budaya Jepang dan sarat akan filosofi.

 

Baca Juga: Kenali Bed Rotting yang Pernah Jadi Tren Self Care! Namun Bisa Jadi Tanda Kamu Kesepian! Waspadai Karena Bisa Picu Depresi

 

Mulanya, pakaian ini dipengaruhi oleh pakaian tradisional China dan pertama kali muncul pada periode Heian di tahun 794-1192. Di masa ini Kimono menggunakan teknik straight-line-cut atau pola potongan lurus yang inovatif.

Namun, di periode Edo pada tahun 1630-1868, fungsi kimono bertambah yang awalnya hanya sebatas pakaian menjadi penanda status sosial dan kelas ekonomi pemakainya.

Kimono wanita bangsawan Jepang yang disebut Junihitoe juga umumnya sangat megah dan mewah. Pakaian itu terdiri dari 12 lapis kain yang bahan dasarnya berkualitas tinggi. Desain, motif, dan kualitas kain kimono juga membedakan antara kimono samurai, bangsawan, pedagang, dan rakyat biasa.

Hingga kini, kimono tetap menjadi busana kebanggaan dan identitas nasional Jepang yang digunakan saat upacara penting dan acara tradisional.

Sementara itu, di era saat ini sedang ramai diperbincangkan gaya busana yang disebut dengan streetwear.

 

Baca Juga: Kenapa Kucing Suka Menjilat dan Menggigit Pemiliknya? Ternyata Ini Alasannya

 

Streetwear sendiri merupakan gaya fashion yang muncul dari budaya jalanan Amerika pada tahun 1970-1980 di kalangan skateboarder dan surfer California serta komunitas hip hop New York.

Pada era masa kini, streetwear tergabung dengan gaya fashion mewah melalui kolaborasi dengan brand-brand fashion terkemuka seperti Gucci, Louis Vuitton, dan dior.

Hal ini menjadikan streetwear sebagai simbol status sosial baru di kalangan perkotaan global dan menjadi pakaian nyaman ala anak muda.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pakaian telah berperan besar menjadi penanda visual status sosial dan identitas budaya ataupun identitas suatu kelompok sejak peradaban kuno hingga saat ini.

FANEZA

 

Editor : Imron Arlado
#kimono #pakaian #Majapahit #streetwear #fashion #mahabusana wilwatiktapura #jepang #penanda status sosial #busana #bangsawan