Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketenangan dalam Logika Pandangan Hidup Stoicism yang Relevan di Zaman Modern

Imron Arlado • Selasa, 29 Juli 2025 | 01:39 WIB
Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan sosial, dan ketidakpastian hidup, banyak orang merasa mudah kewalahan secara emosional. Sumber Foto: Pinterest
Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan sosial, dan ketidakpastian hidup, banyak orang merasa mudah kewalahan secara emosional. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Di tengah derasnya arus informasi, tuntutan sosial, dan ketidakpastian hidup, banyak orang merasa mudah kewalahan secara emosional. Dalam situasi seperti ini, Stoicism kembali dilirik sebagai pendekatan hidup yang sederhana namun mendalam.

Lahir dari Yunani Kuno dan berkembang di Roma, Stoicism mengajarkan kita satu hal penting: kendalikan apa yang bisa kamu kendalikan, dan terimalah yang tidak bisa kamu ubah.

Stoicism adalah kontrol diri penuh. Fokus pada hal-hal dalam diri yang bisa kita kendalikan, bukan pada apa yang terjadi diluar kehendak diri kita yang tidak bisa kita kendalikan.

 

 

Stoicism juga disebut Stoa yang artinya sebuah aliran filsafat Yunani kuno yang mengajarkan manusia lebih Bahagia dan bersyukur serta tidak khawatir secara berlebihan.

Hal mendasar dari ajaran stoicism adalah untuk menerapkan kendali. Sederhananya, semua di dunia ini terbagi kedalam dua hal yaitu seseorang yang ada di dalam kendali kita dan sesuatu yang ada di luar kendali kita.

Pikiran, respon kita terhadap suatu hal, atau usaha kita merupakan sesuatu yang bis akita kendalikan. Sementara pandangan orang lain, merupakan diluar kendali kita.

Stoicism mengajarkan kita untuk selalu menyiapkan skenario terburuk. Bukan berarti pesimis, tapi lebih ke siap mental.

Contohnya ketika kita akan mengungkapkan perasaan kita terhadap seseorang. Sebelum itu kita menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk- ditolak. Jadi jika memang ditolak sungguhan, kita tidak akan terlalu kecewa.

Tips Berpikir Stoicism:

  1. Fokus ke hal yang bisa dikontrol:

Memikirkan apa yang bisa diubah, jangan membuang waktu untuk memikirkan hal yang tidak bisa.

  1. Menerima kenyataan:

Anggap apa yang terjadi itu takdir, tidak perlu mengeluh dan menyalahkan keadaan, menghadapi kenyataan dengan berani dan tegar.

  1. Sadar kan batsan diri:

Kita tidak bisa mengontrol semua hal di dunia. Tidak perlu memaksakan diri untuk mengerjakan yang tidak bisa, mengenali kemampuan diri dan fokus apa yang kita bisa capai.

  1. Mengendalikan emosi:

Jangan membiasakan emosi negatif mengambil alih, hadapi masalah dengan kepala dingin dan hati yang tenang.

  1. Bersyukur:

Selalu bersyukur atas apa yang dimiliki, sekecil apapun itu. Menikmati hidup dan tidak melulu berbicara mengenai kekurangan.

 

 

Alih-alih melarikan diri dari masalah atau membiarkan emosi menguasai, seorang Stoik belajar menanggapi segala hal dengan logika dan ketenangan. Fokus utama mereka bukan pada peristiwa itu sendiri, melainkan pada bagaimana kita meresponsnya.

 

Mengapa Stoicism Relevan di Zaman Sekarang?

  1. Dapat Meredakan Overthinking dan Stres Sosial

Banyak masalah yang kita hadapi berasal dari ekspektasi dan kekhawatiran yang berlebihan. Stoicism membantu kita memilah mana yang layak dipikirkan.

  1. Menumbuhkan Disiplin dan Ketangguhan Mental

Dalam dunia yang serba instan, Stoicism mengajak kita menunda reaksi emosional, dan bertindak berdasarkan nilai dan kebijaksanaan.

  1. Menghadapi Media Sosial dan FOMO

Stoicism mengajarkan untuk tidak mengukur hidup dari pengakuan luar. Kita tak perlu mencari validasi di luar untuk merasa cukup.

Stoicism bukan tentang menjadi dingin atau tak peduli. Ia justru mengajarkan kita untuk mencintai hidup, tetapi dengan kesadaran dan kendali diri. Di dunia yang penuh distraksi, filsafat Stoicism adalah jalan sunyi yang membawa kita kembali pada kejelasan dan kedamaian. NIYA

 

Editor : Imron Arlado
#Stoicism #kontrol diri #Lifestyle #stoa #kendali diri #Filsafat Yunani