Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Sering Gagal Padahal Sudah Berusaha? Waspadai Self-Sabotage yang Sering Tak Disadari

Imron Arlado • Senin, 28 Juli 2025 | 00:45 WIB
Sering Gagal Padahal Sudah Berusaha? Waspadai Self-Sabotage yang Sering Tak Disadari
Sering Gagal Padahal Sudah Berusaha? Waspadai Self-Sabotage yang Sering Tak Disadari

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Pernah merasa sudah berusaha keras tapi hasilnya selalu tidak maksimal? Atau ketika sebuah kesempatan besar datang, kita justru merasa ragu, menunda, bahkan mundur sebelum mencoba?

Jika pernah merasakan hal tersebut, bisa jadi kita sedang mengalami self-sabotage, yaitu kebiasaan merusak peluang diri sendiri secara tidak sadar.

Fenomena ini bukan hal baru dalam dunia psikologi, tapi kini semakin banyak diperbincangkan karena ternyata self-sabotage tidak hanya berdampak pada karier, tapi juga hubungan, pendidikan, bahkan kesehatan mental.

Definisi Self-Sabotage

Self-sabotage adalah pola pikir atau perilaku yang menghalangi seseorang mencapai tujuan atau kebahagiaan yang ia inginkan. Ironisnya, hal ini dilakukan oleh dirinya sendiri.

Bukan karena faktor eksternal seperti orang lain atau kondisi ekonomi, self-sabotage terjadi karena adanya ketakutan atau keyakinan batin yang tidak disadari.

Pola ini sering terbentuk sejak kecil dan bisa berakar dari trauma, ekspektasi sosial, atau pengalaman gagal yang pernah dialami.

 

 

Self-sabotage bisa hadir dalam berbagai bentuk. Berikut beberapa contohnya.

  1. Menunda-nunda pekerjaan terus menerus. Penundaan ini berasal dari adanya rasa takut gagal, bukan karena malas.
  2. Merasa tidak pantas untuk sukses. Akan muncul perasaan bahwa keberhasilan yang dicapai adalah kebetulan karena selalu merasa bahwa diri sendiri tidak cukup baik.
  3. Menghindari komitmen atau tantangan baru. Ketika peluang datang, ada kecenderungan untuk berpikir bahwa kita belum siap sehingga berujung pada terbuangnya peluang tersebut. Padahal sebenarnya itu adalah bentuk penghindaran dari rasa takut gagal.
  4. Merusak hubungan sendiri. Misalnya dengan menjauh tanpa alasan yang jelas, menciptakan konflik kecil, atau tidak percaya pada pasangan meski tidak ada bukti. Ini berasal dari luka masa lalu yang belum pulih.
  5. Perfeksionisme. Meskipun terdengar positif, perfeksionisme ekstrem bisa membuat seseorang tidak pernah puas, merasa gagal terus-terusan, dan akhirnya tidak pernah benar-benar memulai.

Self-sabotage umumnya didorong oleh rasa takut akan kegagalan, penolakan, atau bahkan kesuksesan.

Kesuksesan bisa berarti perubahan, tanggung jawab baru, dan tuntutan yang lebih tinggi. Bagi sebagian orang, hal tersebut bisa menimbulkan kecemasan.

Pengalaman masa kecil yang penuh kritik, lingkungan yang menanamkan ketidakpercayaan diri, atau budaya kerja dan sosial yang memuja hasil tanpa memedulikan proses juga bisa menjadi penyebab timbulnya self-sabotage.

Cara Mengatasi Sel-Sabotage

  1. Kenali pola yang berulang. Sadari situasi ketika kita mulai meragukan diri atau menunda pekerjaan.
  2. Latih self-compassion. Jangan langsung menyalahkan diri sendiri. Buat kegagalan tersebut sebagai salah satu proses pembelajaran untuk menjadi lebih baik.
  3. Journaling. Tuliskan ketakutan atau keraguan yang muncul. Kadang, melihatnya secara tertulis membuat kita mengurangi rasa takut yang ada.
  4. Cari dukungan profesional. Konseling atau terapi bisa sangat membantu untuk mengidentifikasi akar penyebab dan cara menanganinya secara lebih dalam.

Self-sabotage bukan tentang malas atau kurang usaha, melainkan suatu cara yang digunakan alam bawah sadar untuk melindungi diri meski dengan cara yang merugikan.

Dengan menyadari pola ini, kita bisa mulai mengambil alih kendali hidup dan berhenti menjadi musuh bagi diri sendiri. FADYA.

Editor : Imron Arlado
#Cara Mengatasi #psikologi #self-sabotage #pola pikir #Definisi