Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Busana Pengantin Simpel dan Timeless Elegan, Mewah, dan Anggun

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 20 Juli 2025 | 15:30 WIB

 

 

Photo
Photo

Sebagai elemen penting dalam pernikahan, pemilihan gaun pengantin kerap menjadi dilema. Tak sedikit pasangan yang berekspektasi tampil memukau namun tetap elegan. Pilihan pun jatuh pada gaya busana simpel dan timeless yang mampu memberi kesan mewah tanpa berlebihan. 

Menurut desainer Erlies Yulia Susanti, busana pengantin umumnya dikatakan simpel ketika tidak terlalu banyak aksen. Semisal kebaya model kutu baru dan kebaya Kartini yang tak banyak ornamen tambahan seperti sayap. ”Simpel itu lebih ke arah klasik,” ujarnya.

 Adapun gaun timeless, sesuai namanya, cocok dipakai di semua masa. Tak lekang waktu, gaya busana ini relevan dari zaman dulu sampai nanti ke depan. ”Yang timeless banget itu ya kebaya bludru hitam, tapi dengan kombinasi payet yang sudah dimofidikasi kalau sekarang. Kalau dulu kan payetnya klasik,” tutur perempuan yang juga pencipta kreasi tari dan penata rias itu.

 Erlis menyebut, busana akad nikah yang dipilih pasangan di momen akad nikah  biasanya berupa kebaya putih berpayet. Sedangkan kebaya hitam bludru masih akan selalu dicari untuk acara temu manten. Pengembangan motif, lanjut guru asal Dawarblandong itu, membuat busana khas Jawa semakin modern.

 Modifikasi tersebut seperti pada penambahan aksen bunga-bunga dengan payet kolaboratif dengan warna silver gold hingga merah dengan mempertahankan warna dasar hitam. ”Itu saya rasa tidak akan lekang waktu, meskipun sudah dari dulu,” tuturnya. Dia berpendapat, alasan elegan namun tetap mewah menjadi dasar banyak pasangan sesantiasa jatuh hati pada busana simpel yang klasik. 

Lebih dari itu, penampilan mereka juga lebih bermakna ketika dikenakan di hari sakral. ”Mewahnya itu mewah yang elegan, looks-nya itu kalau ingin pakai baju Jawa, jadi njawani,” ungkap dia. Kesan elok inilah yang membuat gaya busana demikian masih digandrungi hingga sekarang. Pakaian simpel dengan sentuhan klasik tetap bertahan di tengah arus tren yang silih berganti. 

”Kalau dulu ada tren busana barbie itu hanya beberapa zaman, kalau sudah selesai, ya sudah. Tapi, kalau busana klasik yang elegan simpel itu sampai kapan pun banyak yang request, permintaan pasar tetap banyak,” tandasnya. (adi/ris)

 

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#elegan #anggun #busana pengantin #gaun pengantin #Lifestyle #adat budaya leluhur