Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Curhat di Media Sosial Bisa Bahaya? Berikut Risiko Oversharing yang Jarang Disadari

Imron Arlado • Senin, 14 Juli 2025 | 22:32 WIB
Membagikan informasi pribadi secara berlebihan atau biasa disebut dengan oversharing. Sumber Foto: Pinterest
Membagikan informasi pribadi secara berlebihan atau biasa disebut dengan oversharing. Sumber Foto: Pinterest

JAWA POS RADAR MOJOKERTO -Membagikan informasi pribadi secara berlebihan atau biasa disebut dengan oversharing. Saat ini marak terjadi, terutama di media sosial, terutama di kalangan generasi z.

Oversharing adalah terlalu banyak berbagi kehidupan pribadi di laman media sosial. Seperti memamerkan aktivitas harian, atau hanya iseng saja. Sebagian besar seseorang yang melakukannya tidak menyadarinya.

Oversharing bukanlah suatu hal yang baik. Sebab oversharing juga menjadi salah satu tanda jika kita kecanduan media sosial.

Oversharing biasanya berupa unggahan tentang kehidupan pribadi yang sangat rinci, mulai dari suasana hati, masalah keluarga, hingga informasi pribadi seperti alamat rumah hingga kondisi keuangan.

 

Baca Juga: Satu Tersangka Lempar Sinyal Jadi Justice Collaborator

 

Tanpa kita sadari, hal ini dapat menimbulkan berbagai risiko, baik secara psikologis maupun keamanan digital. Dari sisi psikologis, oversharing sering dikaitkan dengan kebutuhan akan media sosial. Banyak pengguna media sosial merasa mendapat perhatian ketika membagikan cerita pribadi.

Beberapa kasus oversharing dapat menimbulkan dampak serius. Seperti, unggahan terkait perselisihan rumah tangga atau masalah pada tempat bekerja. Ini akan berujung pada pemutusan hubungan kerja serta pencemaran nama baik.

 

Mengapa Oversharing Berbahaya?

  1. Dapat memicu Tindakan kriminal
  2. Terkadang perilaku oversharing menyebabkan perilaku fomo atau rasa takut tertinggal trend
  3. Sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi atau gangguan kecemasan.

 

Baca Juga: Sekolah Rakyat di Kabupaten Hari Ini Dimulai

 

 

Cara Mencegah Oversharing:

  1. Memikirkan baik-baik sebelum kita mulai mengetik dan memposting sesuatu pada akun media sosial. Sebab tidak semua hal yang dilakukan dalam sehari hari harus dipublikasikan
  2. Saat suasana hati tidak baik-baik saja sebaiknya jauhi gadget untuk meredamnya. Karena faktanya, perilaku oversharing berasal dari orang-orang yang sedang galau atau dikuasai emosi
  3. Membahas atau mengupload sesuatu yang umum
  4. Melakukan deeptalk dengan orang yang kita percayai
  5. Menentukan batasan ketika bercerita

 

Dengan memperhatikan apa yang kita bagikan dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi privasi kita. Kita dapat menghindari risiko yang terkait dengan berbagi berlebihan di media sosial. NIYA

Editor : Imron Arlado
#oversharing media sosial #oversharing #Gen Z #gaya hidup #life style