JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Menjaga identitas diri dalam hubungan adalah kunci untuk menjaga kebahagiaan dan keseimbangan. Menjaga identitas juga menjaga privasi diri sendiri agar bisa terhindar dari pasangan yang beracun.
Tidak semua cinta berjalan bahagia. Orang cenderung mengubah dirinya dari sebelumnya, bukan hal buruk untuk mengalami perubahan yang baik, tetapi yang tidak baik adalah ketika perubahan itu justru membuat kita menjadi bukan diri kita sendiri.
Kehilangan diri sendiri adalah kondisi dimana perasaan terputus dari diri sendiri, merasa tidak yakin akan tujuan hidup atau merasa tidak bahagia dengan diri sendiri.
Sebaiknya ciptakan jatuh cinta yang sehat. Jatuh cinta yang sehat adalah kondisi perasaan yang membawa kebahagiaan, saling menghargai, dan pertumbuhan pribadi tanpa melibatkan sikap posesif dan obses. Cinta yang sehat membuat kita lebih semangat menjalani hidup bukan mengorbankan semua demi pasangan.
Tanda-Tanda Kamu Mulai Kehilangan Diri Sendiri:
Hilang Minat dan Semangat. Kehilangan minat pada hobi atau kegiatan yang dulu digemari, atau mulai mengikuti minat dan aktivitas yang disukai pasangan tanpa adanya keinginan pribadi.
Selalu Bergantung Pada Persetujuan Pasangan. Selalu meminta persetujuan pasangan dalam segala hal, bahkan hal kecil sekaligus, yang menunjukan bahwa kamu telah kehilangan diri sendiri.
Memprioritaskan Kebutuhan Pasangan. Kondisi ini biasanya mendahulukan kebutuhan pasangan dari pada kebutuhan dirinya sendiri, yang menunjukan hilangnya batas di dalam hubungan.
Merasa Asing Dengan Diri Sendiri. Hal ini membuat kita merasa tidak lagi merasa mengendalikan diri. Seperti kehilangan jati diri dan merasa asing dengan diri sendiri.
Kesulitan berkomunikasi. Menjadi sulitnya berkomunikasi, sering membuat salah paham, atau bahkan menghindari komunikasi yang menandakan hilangnya koneksi emosional.
Dampak Jika Kita Kehilangan Diri Saat Jatuh Cinta:
Kehilangan harga diri dan kepercayaan diri. Seseorang yang terlalu tergantung dengan pasangan akan merasa rendah diri dan tidak percaya diri jika kehilangan pasangan atau menghadapi masalah di dalam hubungan
Menjadi korban kekerasan. Ketergantungan emosional dapat membuat seseorang mudah mendapat kekerasan fisik dalam hubungan dan psikologis. Karena pasangan mungkin merasa mempunyai kendali penuh
Gangguan kesejahteraan psikologis. Kehilangan diri sendiri saat jatuh cinta biasanya menyebabkan stres, kecemasan, dan bahkan depresi.
Hubungan yang tidak sehat. Ketergantungan pada pasangan membuat emosional mengarah pada hubungan yang tidak sehat dan tidak seimbang.
Hilangnya tujuan hidup seseorang. Hal ini membuat seseorang terlalu fokus pada pasangan dan melupakan tujuan hidup dan impian pribadinya.
Seharusnya kita fokus pada diri sendiri, memperkuat koneksi dengan diri sendiri, dan membangun kembali kepercayaan diri. Dan juga pentingnya untuk menetapkan batasan dalam hubungan dan berkomunikasi dengan pasangan serta orang terdekat.
ANGELINA
Editor : Imron Arlado