Bandana atau headband menjadi salah satu item fesyen yang terus berkembang. Kini, aksesori yang melekat di kepala ini dipilih tak sekadar hanya untuk menahan rambut. Munculnya beragam jenis headband belakangan ini justru dinilai mampu menunjang penampilan kaum hawa. Penampilan lebih beda dan tampak ceria.
Seperti yang diungkapkan Yunita Ramadhani. Menurut perempuan asal Desa Kupang, Kecamatan Jetis, ini berbagai jenis bandana terus bermunculan di pasaran. Hal ini tak lepas dari kebutuhan dan selera kaum perempuan untuk memperelok penampilan. ”Jenisnya macam-macam, dari bahan kain, bandana sport, sampai bando karakter,” ujarnya.
Untuk kebutuhan fesyen, kata Yunita, jenis hingga corak warna bandana mesti disesuaikan. Baik dengan busana yang dikenakan maupun kegiatan yang dihadiri. Itu tak lepas dari pemakaian bandana pada mahkota wanita yang notabena jadi sorotan mata. Sehingga ketika salah pilih bandana bisa membuat penampilan menjadi kacau. ”Jadi harus disesuaikan, supaya serasi sama bajunya,” tutur perempuan 21 tahun ini.
Ia mengaku, kerap memilih bandana karakter kartun maupun boneka untuk dipakai saat bersantai di rumah. Sebab, corak dan warnanya dinilai kurang cocok saat dipakai nongkrong maupun acara semi formal. ”Kalau bandana (bahan) rajut cocok buat acara formal. Asal corak atau ornamennya nggak berlebihan saja,” kata perempuan yang masih berstatus sebagai mahasiswa ini.
Yunita menyebut, aksesori satu ini tetap menjadi pilihan sebagaimana fungsi utamanya. Yakni, menahan rambut agar tidak mengenai area wajah. Utamanya saat sedang mencuci muka maupun perawatan wajah. ”Terutama waktu pakai masker wajah ya. Pilih pakai bandana karena rambut nggak terlalu ketarik, seperti pakai ikat rambut,” tandasnya. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi