Jawa Pos Radar Mojokerto – Tidur biasanya jadi aktivitas terakhir yang kita lakukan setiap hari. Ada orang yang bisa langsung terlelap dalam suasana yang sunyi dan gelap. Tapi, ada juga yang justru baru bisa tidur kalau ada suara atau gambar dari televisi yang menemani, entah itu nonton ulang sinetron favorit, dokumenter, atau acara masak-masak yang lagi tayang. Rasanya, suara dan gambar itu bikin mereka lebih nyaman dan mudah terlelap.
Bagi mereka yang hanya tidur dengan menyalakan televisi, hal ini bukan sekadar hiburan bagi mereka, tetapi pengantar tidur atau ritual menyenangkan sebelum memejamkan mata. Namun, hal ini dapat mencerminkan tentang cara berpikir, menghadapi emosi, dan suasana batin bekerja di saat-saat tenang.
Ini seperti saat waktu tidur sama dengan bandara yang sibuk. Banyak yang harus dilakukan, mengantre di gerbang keberangkatan dan ada yang ingin segera terbang beserta belum siap mendarat. Dan dalam keheningan, semua pikiran itu menjadi semakin berisik.
Baca Juga: Kejari Kota Mojokerto Jawab Isu Pengondisian dengan Penetapan Tujuh Tersangka
Maka muncullah suara-suara akrab dari layar televisi untuk menenangkan pikiran kita. Nah, berikut adalah 5 kepribadian unik seseorang yang menyalakan televisi untuk tertidur.
1. Emosional yang Baik
Mereka yang tertidur dengan menyalakan televisi cenderung peka terhadap suasana hati dan pandai untuk menenangkannya. Mereka paham betul jika keheningan tersebut dapat berubah menjadi kecemasan, sehingga mencari cara untuk menstabilkan dengan cahaya dan suara dari televisi.
Menyalakan televisi bukan sebagai pelarian mereka, tetapi sebagai thermostat emosional. Bukan berarti mereka mengabaikan perasaan mereka, tetapi menjaga agar perasaan tersebut tidak terlalu berlebihan.
Baca Juga: Dua Pejabat Pemkot Mojokerto Jadi Tersangka Korupsi Proyek Pujasera Kapal TBM
2. Sensitif Terhadap Keheningan
Bagi beberapa orang, kesunyian ataupun keheningan dapat menjadi sebuah tekanan atau ancaman. Bahkan suara yang paling halus dan pikiran yang tidak tenang dapat membuat mereka susah tidur.
Maka dari itu, mereka menyalakan televisi untuk meredam keheningan tersebut. Suara dari televisi tersebut berguna untuk meredam kebisingan internal maupun eksternal, bak kacamata hitam yang dapat membantu mata menikmati cahaya tanpa harus menyipitkan mata.
Baca Juga: Satlantas Polres Kota Mojokerto Desak Perbaikan Menyeluruh
3. Lebih Mengutamakan Kenyamanan
Bagi sebagian orang, tidur dengan televisi menyala adalah cara untuk menciptakan kenyamanan saat beristirahat. Banyak orang yang mengatur jadwal tidur mereka, sementara mereka lebih percaya dengan kenyamanan pribadi.
Meskipun tidak sesuai dengan panduan “hygiene tidur” standar, mereka tetap tahu apa yang berhasil atau work bagi diri mereka sendiri dan mereka dapat memberinya ruang untuk beristirahat.
4.Memiliki Imajinatif yang Tinggi
Baca Juga: Batu Loncatan Menuju Prestasi hingga Internasional
Mereka yang menyalakan televisi agar tertidur cenderung memiliki imajinatif yang tinggi. Pikiran mereka biasanya tidak berhenti saat lampu dimatikan, sehingga imajinasi mereka ada dimana-mana.
Di sisi lain, televisi juga dapat memberikan narasi atau cerita sederhana yang dapat membuat pikiran mereka tenang. Hal tersebut bukan berarti mereka menghindari pikiran mereka, tetapi cara yang baik agar tidak terseret dalam overthinking.
5.Mereka Butuh Koneksi, Bahkan Saat Sendiri
Mereka yang menyalakan televisi untuk tidur cenderung membutuhkan “teman”. Sehingga, menyalakan televisi menjadi cara mereka untuk merasa ditemani. Tidak hanya soal menonton, tetapi kehadiran yang menciptakan ruang sosial yang hangat sehingga dapat tidur.
Baca Juga: Harga Tiket Masuk Ubalan Waterpark Pacet Mojokerto Diturunkan, Fasilitas Semakin Lengkap
Bisa juga mereka yang memiliki kebiasaan ini menyukai suasana kafe atau kegiatan yang ditemani oleh orang lain. Tidak butuh percakapan, hanya kehadiran atau kebersamaan sehingga merasa nyaman.
Itulah 5 kepribadian seseorang yang tidur harus menyalakan televisi. Bagaimana menurutmu? RENO
Editor : Imron Arlado