JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, swafoto atau yang umum dikenal dengan ‘selfie’ telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk mengekspresikan diri, terutama bagi para perempuan.
Foto selfie telah ada sejak awal tahun 2000-an, kehadiran gadget yang dilengkapi fitur kamera depan memudahkan penggunanya untuk memotret dirinya tanpa harus meminta bantuan orang lain.
Para ahli mengatakan bahwa selfie memiliki peran dalam membentuk identitas diri seseorang, memperkuat suatu hubungan sosial, hingga mengabadikan momen berharga yang tidak dapat diulang lagi.
Selfie juga menjadi kegiatan yang berorientasi terhadap diri seseorang yang memungkinkan pengguna dapat membangun individualitas atau kepentingan seseorang. Namun, tak sedikit perempuan yang kerap mengambil selfie dirinya hanya separuh wajah saja.
Berikut alasan perempuan cenderung mengambil potret dirinya hanya dengan separuh wajah saja.
Menonjolkan Fitur Wajah Tertentu
Perempuan yang gemar selfie separuh wajah cenderung ingin menonjolkan bagian wajah tertentu yang dianggapnya menarik, seperti tulang pipi, mata, hingga bibir.
Meningkatkan Kepercayaan Diri
Sejumlah perempuan merasa lebih percaya diri jika selfie hanya memperlihatkan setengah wajahnya saja, hal ini dapat dipengaruhi dari kepercayaan diri seseorang terhadap sisi wajah yang lebih baik menurut mereka.
Menutupi Wajah yang Tidak Simetris
Pola wajah yang tidak simetris cenderung membuat seseorang merasa tidak percaya diri untuk berfoto, sehingga untuk mengatasi hal tersebut, seseorang sering kali menutupinya dengan mengambil foto separuh wajah.
Pencahayaan
Ketika mengambil foto, terkadang pencahayaan tidak menyeluruh dan hanya berpihak pada salah satu sisi wajah. Maka dari itu, selfie separuh wajah menjadi solusi untuk memaksimalkan pencahayaan pada foto.
Mengikuti Tren Media Ssoial
Selfie separuh wajah telah menjadi tren populer di media sosial yang banyak diikuti oleh semua kalangan, khususnya Instagram. Tren ini memnungkinkan para perempuan terpengaruh dan ingin mencoba mengambil foto dengan gaya yang berbeda.
DINDA
Editor : Imron Arlado